Fokus Penetrasi Keuangan dan Awasi LKM

Jum'at, 06 Februari 2015 - 11:52 WIB
Fokus Penetrasi Keuangan...
Fokus Penetrasi Keuangan dan Awasi LKM
A A A
MEDAN - Ahmad Soekro Tratmono secara resmi menjabat sebagai kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V mulai Kamis (5/2).

Ahmad yang sebelumnya menjabat direktur pengawasan bank syariah OJK menggantikan Achmad Fauzi yang kini menjadi advisor koordinator pengawasan lembaga jasa keuangan wilayah timur. Ahmad Soekro Tratmono mengaku akan fokus meningkatkan peningkatan literasi keuangan.

Kemudian, mulai mengawasi lembaga keuangan mikro (LKM) di seluruh kabupaten/ kota di regional V, sesuai Undang-Undang (UU) No 1/- 2013 yang sudah menjadi tugas lembaga ini. “Ini akan menjadi tanggung jawab saya ke depannya untuk mengembangkan lembaga tersebut,” ujarnya seusai pelantikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Muliaman D Hadad, di lantai 9 Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Kamis (5/2).

Berdasarkan data terakhir hingga 2014, jumlah LKM di Sumatera yang sudah terdata sebanyak 906 unit. Jumlah ini masih akan terus di-update karena ada beberapa kabu-paten/ kota belum menyerahkan datanya ke OJK. “OJK bekerja sama dengan perbankan dan pemerintahdaerah( pemda) menginventarisasi LKM sehingga pelaksanaan pengawasan bisa lebih maksimal,” katanya.

Adapun fokus pengawasan nantinya berkaitan dengan pendataan, perizinan, serta pembinaan. Pendataan akan dilakukan sesering mungkin mengingat pertumbuhan unit LKM cukup cepat, terutama di tingkat daerah. Namun, dari seluruh jumlah tersebut, banyak yang belum memiliki izin.

“Karenanya mulai tahun ini seluruh unit LKM yang belum punya izin harus segera mengurusnya. Perizinan tidak perlu ke pusat tapi cukup ke OJK. Dengan begitu diharapkan bisa memberikan kemudahan,” tuturnya.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho, berharap OJK Kantor Regional V bisa berperan penting meningkatkan sistem perbankan menjadi lebih baik dari sebelumnya yang sudah baik. Sebab, perekonomian juga ditopang oleh membaiknya sistem perbankan.

Berkaitan dengan perlindungan konsumen, dia minta OJK meningkatkan pemahaman masyarakat akan lembaga keuangan. Sebab, Sumut sangat dinamis sehingga semua perkembangan direspons dengan cepat. Namun, hal itu kadang tidak disertai informasi masif sehingga yang terjadi masyarakat justru terjebak.

“ OJK berperan penting mengedukasi masyarakat agar tidak mudah menerima iming-iming yang dikhawatirkan menjadi masalah besar,” ucapnya.

Jelia Amelida
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved