Longsor Cibadak Rusak Satu Rumah

Jum'at, 06 Februari 2015 - 11:26 WIB
Longsor Cibadak Rusak...
Longsor Cibadak Rusak Satu Rumah
A A A
SUKABUMI - Dua kepala keluarga (KK), terdiri enam jiwa, terpaksa harus diungsikan setelah bangunan rumahnya rusak akibat tertimbun tanah di Kampung Babakan Baru RT 02/16, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/2) malam.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kejadian itu menyebabkan satu rumah warga lainnya terancam bencana yang sama. Hingga Kamis siang, pemerintah daerah setempat telah merencanakan upaya antisipasi longsor susulan dengan memasang dinding penyangga tebing yang terbuat dari tumpukan karung berisi material tanah dan batu di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPPD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo menerangkan, bencana longsor di Kampung Babakan dipicu hujan deras selama lebih dari satu jam. Tanah tebing yang sebelumnya mengalami keretakan akibat diterpa musim kering beberapa tahun silam, ambrol seketika setelah terkikis air hujan.

Gerusan tanah tebing mengenai sebagian bangunan rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga, yakni Jaya dan Warja. “Sementara satu rumah yang terancam adalah milik Didin. Untuk korban bencana sudah dievakuasi ke rumah warga terdekat, sementara mengantisipasi longsor susulan kami segera memasang dinding penyangga di tepian tebing dengan menggunakan karung berisi material padat,” terang Usman.

Sementara itu, sebanyak 42 rumah warga di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak, terancam gerakan tanah. Gejala alam tersebut mulai dirasakan warga sejak Senin silam. Kendati demikian, warga tetap memutuskan untuk tetap tinggal di rumah masing-masing.

“Warga tidak mau dievakuasi, tetapi kami sudah memasang peta untuk memudahkan warga mengungsi jika kondisi cuaca mulai memerlihatkan gejala-gejala terjadinya pergerakan tanah. Pada umumnya terjadi pada saat hujan deras atau pascahujan,” terang Usman.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengatakan pada tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan dana bencana hingga Rp10 miliar. Besaran dana tersebut dialokasikan berdasarkan kondisi geografis wilayah yang rawan terhadap bencana serta perkiraan potensi cuaca.

“Kami menyadari, hampir seluruh wilayah di kabupaten ini sangat rawan terkena bencana alam. Karena itulah setiap tahunnya pengalokasian dana bencana berkisar Rp10 miliar. Diharapkan warga yang juga lebih mewaspadainya gejala alam agar tidak ada korban jiwa,” tutur Sukmawijaya.

Toni Kamajaya
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
36 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved