Kebijakan Konservasi Hutan Tak Maksimal

Jum'at, 06 Februari 2015 - 02:12 WIB
Kebijakan Konservasi...
Kebijakan Konservasi Hutan Tak Maksimal
A A A
RIAU - Dua tahun setelah Asia Pulp & Paper (APP) mengumumkan kebijakan konservasi hutan yang baru, namun hilangnya hutan alam dalam kawasan APP tetap terjadi.

Laporan audit Rainforest Alliance yang diluncurkan hari ini mengkonfirmasi temuan WWF dan LSM lokal lainnya bahwa APP masih gagal untuk menghentikan deforestasi dan aktivitas ilegal oleh pihak lain di dalam kawasan konsesinya.

Bahkan di dalam kawasan yang didentifikasi oleh APP mengandung nilai konservasi dan stok karbon yang tinggi.

"APP gagal melindungi hutan yang diwajibkan pemerintah untuk dikonservasi. Ini karena perubahan di tingkat tapak hutan masih hilang, gambut masih dikeringkan dan konflik sosial belum terselesaikan,” ucap kata Aditya Bayunanda, Leader Komoditas Hutan WWF-Indonesia kepada okezone dalam siaran persnya, Kamis (5/2/2015)

WWF menilai masih kurangnya kemajuan yang dicapai dalam upaya untuk mengurangi dampak iklim dari konsesi APP yang banyak di kawasan gambut.

Audit Rainforest Alliance mengonfirmasi, selain menghentikan pembangunan kanal baru, APP belum melakukan tindakan nyata dilapangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pengeringan jutaan hektare lahan gambut di bawah penguasaan APP.

WWF juga prihatin terhadap sedikitnya kemajuan yang dibuat APP untuk menyelesaikan ratusan konflik sosial yang tejadi. Temuan LSM lokal juga dikonfirmasi dalam audit Rainforest Alliance dan semustinya menjadi perioritas bagi APP.

Pada tahun 2014, WWF menyambut inisiatif APP untuk melakukan restorasi dan konservasi pada 1 juta hektare ekosistem tropis di luar kewajibannya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku sebagai langkah yang tepat untuk mitigasi dampak atas deforestasi yang telah dilakukan perusahaan yang diperkirakan mencapai 2 juta hektare hutan alam tropis.
(lis)
Berita Terkait
Tindak Tegas Perusakan...
Tindak Tegas Perusakan Hutan, Polda Riau Tegaskan Komitmen Green Policing
Dianggap Dukung Perusakan...
Dianggap 'Dukung' Perusakan Hutan Amazon, Pemimpin Adat Laporan Presiden Brazil ke ICC
Geram! Dony Oskaria...
Geram! Dony Oskaria Desak Polisi Usut Tuntas Perusakan Hutan Pemicu Bencana Sumatera
Dituntut 3,4 Bulan Penjara...
Dituntut 3,4 Bulan Penjara Kasus Perusakan Hutan, Wakil Ketua DPRD Tebo Divonis Bebas
Puluhan Personel Diterjunkan...
Puluhan Personel Diterjunkan untuk Mengejar Pelaku Kejahatan di Jalinbar
Perempuan Diduga Gangguan...
Perempuan Diduga Gangguan Jiwa Rusak Masjid di Grand Depok City
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
2 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved