Ini Salah Satu Pemicu Perampokan Sadis di Depok
Rabu, 28 Januari 2015 - 10:28 WIB
Ini Salah Satu Pemicu Perampokan Sadis di Depok
A
A
A
DEPOK - Salah satu pemicu maraknya perampokan sadis di Depok karena minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU).
Aksi perampokan sepeda motor di Jalan Juanda dan Margonda, Depok yang menewaskan dua orang beberapa waktu lalu. Belakangan diketahui di dua ruas jalan tersebut sangat minim dengan lampu PJU.
"Di Jalan Margonda ini sudah seminggu PJU nya mati. Kami jadi ketakutan kalau keluar malam, suasananya gelap," kata Helmi Yana, warga Pondok Cina, Rabu (28/1/2015).
Dari data Dinas Perhubungan Kota Depok, dalam setahun hanya 100 PJU yang berhasil ditambah. Hingga tahun 2014 Depok baru memiliki 6.000 unit PJU atau sekira 40% dari total yang dibutuhkan sebanyak 15.000 PJU.
Belum ditambahnya PJU disebabkan bengkaknya tagihan listrik. Selain itu biaya pembangunan satu unit PJU sebesar Rp5-10 juta.
"Beban pembayaran listrik yang setiap tahun terus naik. Pada 2014, kami bayar listrik sebesar Rp20 miliar. Padahal pada 2013 sekitar Rp15 miliar," kata Sekretaris Dishub Kota Depok Nasrun ZA.
Saat ini dari 6.000 PJU, sebanyak 400 diantaranya tidak berfungsi. "Kami banyak menemukan PJU yang baru terpasang tapi sudah tak berfungsi. Ada yang lampunya pecah dan ada juga kabelnya terputus. Ada juga jaringan kabel dan panel PJU yang hilang," tambah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PJU Dishub Depok Boggy Sanjaya.
Aksi perampokan sepeda motor di Jalan Juanda dan Margonda, Depok yang menewaskan dua orang beberapa waktu lalu. Belakangan diketahui di dua ruas jalan tersebut sangat minim dengan lampu PJU.
"Di Jalan Margonda ini sudah seminggu PJU nya mati. Kami jadi ketakutan kalau keluar malam, suasananya gelap," kata Helmi Yana, warga Pondok Cina, Rabu (28/1/2015).
Dari data Dinas Perhubungan Kota Depok, dalam setahun hanya 100 PJU yang berhasil ditambah. Hingga tahun 2014 Depok baru memiliki 6.000 unit PJU atau sekira 40% dari total yang dibutuhkan sebanyak 15.000 PJU.
Belum ditambahnya PJU disebabkan bengkaknya tagihan listrik. Selain itu biaya pembangunan satu unit PJU sebesar Rp5-10 juta.
"Beban pembayaran listrik yang setiap tahun terus naik. Pada 2014, kami bayar listrik sebesar Rp20 miliar. Padahal pada 2013 sekitar Rp15 miliar," kata Sekretaris Dishub Kota Depok Nasrun ZA.
Saat ini dari 6.000 PJU, sebanyak 400 diantaranya tidak berfungsi. "Kami banyak menemukan PJU yang baru terpasang tapi sudah tak berfungsi. Ada yang lampunya pecah dan ada juga kabelnya terputus. Ada juga jaringan kabel dan panel PJU yang hilang," tambah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PJU Dishub Depok Boggy Sanjaya.
(whb)