PT PAI Operasikan Pabrik Ekstraksi Hasil Pertanian

Selasa, 27 Januari 2015 - 11:16 WIB
PT PAI Operasikan Pabrik...
PT PAI Operasikan Pabrik Ekstraksi Hasil Pertanian
A A A
SEMARANG - PT Petropack Agro Idustries (PAI) membangun pabrik ekstraksi bahan alami dari hasil pertanian berkapasitas 700 ton per bulan.

Untuk mendirikan pabrik baru tersebut, PT PAI menginvestasikan dananya Rp120 miliar. Pabrik yang didirikan di kawasan Industri Candi Kota Semarang tersebut diresmikan Presiden Direktur PT PAI Prihanto Ekoputro bersama Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Panggah Susanto dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kemarin.

Presiden Direktur PT PAI Prihanto Ekoputro mengatakan, saat ini PT PAI telah memiliki satu mesin ekstraksi berkapasitas 2.400 liter. Selain itu, dilengkapi pula dengan dua mesin miiling berteknologi Jepang yang memungkinkan melakukan proses milling dengan suhu rendah, sehingga meminimalisasi kerusakan bahan yang dihasilkan. “Rencananya kita akan gunakan empat mesin yang akan melengkapi fasilitas pabrik untuk sistem pengeringan, Fluidizer Bed Dryer, dengan kapasitas 150 kg hingga mesin spray dry,” ucapnya.

Awal berdirinya pabrik tersebut karena melihat kondisi pasar Indonesia yang memiliki potensi besar, yang didukung dengan melimpahnya bahan baku di negeri ini. “Kondisi ini menjadi peluang yang besar, terlebih saat ini pasar tanah air yang dipenuhi produk pangan yang mengandung bahan artifisial dan pengawet,” kata Prihanto.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, pihaknya memberdayakan petani di daerah Ambarawa dan Salatiga dengan menyiapkan lahan seluas 4,5 hektare (ha). “Nantinya para petani dapat menjual langsung hasil panennya kepada kita sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para petani,” ucapnya.

Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Panggah Susanto menilai potensi industri ekstrak bahan organik untuk makanan dan minuman belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, tidak heran bila sampai saat ini bahan baku tersebut masih banyak yang impor. “Konsumsi dalam negeri untuk produk ekstraksi masih kecil dan pasar ekspor juga terbuka sehingga potensinya sangat besar,” ucapnya.

Nilai ekspor produk agroindustri Indonesia setidaknya mencapai 34 miliar dolar per tahun. Dari sumbangan nilai produk, ekstrak organik masih cukup kecil yakni hanya 1,78 juta dolar per tahun.

Andik Sismanto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
8 menit yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
6 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
8 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
9 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
10 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved