Korban Camat Koboi Pastikan Ditodong Pakai Revolver

Sabtu, 24 Januari 2015 - 19:17 WIB
Korban Camat Koboi Pastikan...
Korban Camat Koboi Pastikan Ditodong Pakai Revolver
A A A
JAKARTA - Korban todongan pistol Camat Penjaringan, Jakut mengaku dirinya ditodong pistol jenis revolver. Sayangnya, polisi malah mengamankan senjata jenis airsoft gun.

Romli yang tak lain paman Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko mengaku kalau mereka berdua adalah anggota Perbakin. Jadi mengetahui persis sejumlah jenis senjata dan ledakannya.

"Kami berdua (Romli dan Yani) sama-sama masuk Perbakin, kami tahu kok kalau airsoft gun itu tidak mengeluarkan suara letusan. Tapi malam itu semua warga berkumpul karena mendengar suara tembakan. Saya yakin itu pistol asli," ungkap Romli kepada wartawan, Sabtu (24/1/2015).

Pistol yang ditodongkan Yani itu jenisnya revolver sehingga tidak ada selongsong peluru yang jatuh. Makanya, Romli bingung kenapa yang diamankan hanya senjata airsoft gun.

"Pistol itu jenis Revolver, jadi kalau dicari selongsong pelurunya juga tidak akan ada. Makanya, saya juga bingung, kok yang diamankan polisi malah airsoft gun," ucapnya.

Romli mengaku, Senin (26 Januari 2015) dirinya sudah dipanggil Sekda DKI Jakarta untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

BAP tersebut yang nanti akan diperiksa olah Inspektorat untuk menentukan nasib Camat selanjutnya. "Senin besok saya beberkan ke Sekda. Saya juga bawa saksi," terang Romli.

Dihubungi terpisah, Yani Wahyu Purwoko menepis pengakuan Romli. Dia juga enggan berkomentar terkait upaya pamannya yang bakal mendorong Sekda untuk mencopot jabatannya sebagai camat.

"Ini saya lagi Waduk Pluit, lagi penertiban sama anggota kepolisian dan tentara. Kalau soal pencopotan (jabatan) itu, saya tidak berkomentar," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekda DKI, Saefullah mengatakan, kalau pemeriksaan kasus itu sudah dilakukan pasca kejadian. Senin (26/1/2015) nanti menjadi kewenangan Inspektorat untuk merekomendasikan sanksi yang diberikan.

"Kira-kira Senin sore proses pemeriksaannya itu dimulai. Sanksi terberat itu bakal kita staff-kan," kata Saefullah.
(ysw)
Berita Terkait
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Pemusnahan 432 Puncuk...
Pemusnahan 432 Puncuk Senjata Api Rakitan Hasil Operasi Senpi di Sumsel
Polda Sumsel Musnahkan...
Polda Sumsel Musnahkan 532 Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Pendek
Jadi Perakit Senjata...
Jadi Perakit Senjata Api Sejak 2014 Tahun, Sabtudin Baru Ditangkap
Rakit Senpi Ilegal,...
Rakit Senpi Ilegal, Guru SMP Swasta di Malang Diamankan Polda Jatim
Kesal Selalu Campuri...
Kesal Selalu Campuri Urusan Rumah Tangganya, Menantu Letuskan Senpi ke Mertua
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
7 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
10 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
11 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
12 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
12 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
13 jam yang lalu
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved