Harimau Mati di Kebun Binatang, Pengelolaan Terancam Dipihak Ketigakan

Sabtu, 17 Januari 2015 - 12:31 WIB
Harimau Mati di Kebun...
Harimau Mati di Kebun Binatang, Pengelolaan Terancam Dipihak Ketigakan
A A A
PADANG - Sandy seekor harimau sumatera betina berusia 2 tahun koleksi Kebun Binatang Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ditemukan mati di dalam kandangnya.

Penyebab kematian sementara hewan dengan nama latin panthera tigris sumatrae ini pada Minggu 11 Januari lalu diduga karena jantung harimau dibaluti cairan sehingga membuat satwa langka ini susah bernafas.

Kematian satwa yang terus terjadi di kebun binatang ini membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menyarankan agar kebun binatang sebagai lembaga konservasi dikelola oleh pihak ketiga.

Kepala Resort Konservasi dari BKSDA Sumbar Vera Ciko mengatakan koleksi satwa di TMSBK akan dievaluasi dan lembaga konservasi pengelolaan kebun binatang ini bakal diserahkan ke pihak ketiga.

Saat ini kebun binatang TMSBK dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Bukittinggi.

Sementara itu harimau sumatera bernama sandy merupakan satu dari enam ekor harimau sumatera yang ada di Kebun Binatang TMSBK Bukittinggi.

Kepala Seksi Pakan dan Kesehatan Satwa Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi drh Effi Silfia mengungkapkan, sebelumnya Sandy telah menjalani perawatan insentif selama tiga hari karena mengalami sesak nafas.

“Saya diagnosa sementara itu pericarditis ini hasil yang sementara saya lihat, karena semuanya kita bawa ke Laboratorium di Baso. Pericarditis bisa jadi disebabkan oleh virus, apakah oleh bakteri, atau genetik dari keturunan juga bisa, kita belum bisa memastikan penyebab pastinya, “ kata dia.

Begitu diketahui mati, lanjut dia, petugas langsung melakukan bedah bangkai dari hasil pemeriksaan sementara jantung satwa langka ini dibaluti cairan. Sementara organ lain ditemukan dalam kondisi normal.

Namun hingga, Sabtu 17 Januari atau satu pekan pasca kematian pihak kebun binatang masih belum mengetahui penyebab pasti kematian Sandy.

Pengelola masih menunggu hasil laporan pemeriksaan organ yang dikirim ke Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH) Regional II di Baso, Kabupaten Agam.

Kematian satwa koleksi kebun binatang ini terus terjadi sepanjang tahun 2014 lalu. Satwa yang mati berturut-turut diantaranya jenis rusa tutul, tapir malaya atau tapir asia, orang utan serta unta punuk satu.
(sms)
Berita Terkait
Senangnya Melihat Kebun...
Senangnya Melihat Kebun Binatang Surabaya Bisa Kembali Dibuka
Akun IG Kebun Binatang...
Akun IG Kebun Binatang Bandung Dibajak, Pengelola Khawatir Dipakai Himpun Bantuan
Kebun Binatang Surabaya...
Kebun Binatang Surabaya Tetap Jadi Tempat Favorit Liburan Tahun Baru
Tidak Mudik Lebaran,...
Tidak Mudik Lebaran, Warga Sidoarjo Ini Ajak Anaknya Mengenal Satwa KBS
Kesulitan Pakan, Satwa...
Kesulitan Pakan, Satwa Kebun Binatang Bandung Dapat Sumbangan Warga
Enam Telur Komodo Menetas...
Enam Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Florida
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
6 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved