Pol PP Datang, Puluhan PKL Tunggang-langgang
Jum'at, 16 Januari 2015 - 11:44 WIB
Pol PP Datang, Puluhan PKL Tunggang-langgang
A
A
A
YOGYAKARTA - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang tengah asyik menggelar dagangan di kawasan Nol Kilometer lari tunggang-langgang setelah pu luhan petugas Pol PP Kota Yogyakarta datang, kemarin sore.
Kedatangan anggota Pol PP untuk melakukan operasi rutin di kawasan tersebut. Kedatangan puluhan ang gota Pol PP tak ayal membuat pedagang kalang kabut. Cenderamata, makanan, dan minuman, yang digelar pedagang langsung dikemasi dan dibawa pergi. Meski begitu, ada saja pedagang yang gagal mengemasi barangbarangnya. Akibatnya, barang-barang tersebut langsung dibawa petugas dan dimasukkan ke dalam mobil bak terbuka.
Beberapa penjual sempat meminta agar petugas tak membawa pergi barang dagangannya. “Pak, tolong jangan dibawa dagangan saya,” ucap salah satu penjual. Permintaan itu dijawab salah satu petugas agar dia kembali mengambil barang-barangnya di kantor Pol PP.
"Besok silakan ambil di kantor saja. Karena begitu peraturannya, Bu," ucap seorang petugas di mobil patroli. Pimpinan Operasi Bambang mengatakan, di area tersebut memang tidak boleh digunakan untuk berjualan. "Area ini memang harus steril karena sudah ada perda dan perwalnya," ungkapnya.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi seperti ini untuk menertibkan kawasan tersebut hingga area tersebut steril dari pedagang. "Kami akan terus lakukan operasi seperti ini, tentu saja untuk memberikan kenyamanan di ka wasan khusus tersebut," ucapnya.
Setelah mengamankan pedagang di depan Gedung Agung dan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Satpol PP kemudian melanjutkan operasi ke kawasan Taman Pintar di mana di kawasan tersebut sering di jadikan area berdagang oleh PKL. Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Nurwidi Hartana me nambahkan, razia PKL memang rutin dilakukan untuk men sterilkan kawasan Nol Kilo meter dari aktivitas PKL. Sayang, operasi ini sedikit tersendat saat gelaran Sekaten yang berbarengan dengan musim liburan lalu.
“Saat itu memang penertibannya kondisional karena kami juga tidak ingin meng ganggu wisatawan yang datang. Prinsipnya, areal itu harus steril dari PKL,” tandasnya.
Sodik
Kedatangan anggota Pol PP untuk melakukan operasi rutin di kawasan tersebut. Kedatangan puluhan ang gota Pol PP tak ayal membuat pedagang kalang kabut. Cenderamata, makanan, dan minuman, yang digelar pedagang langsung dikemasi dan dibawa pergi. Meski begitu, ada saja pedagang yang gagal mengemasi barangbarangnya. Akibatnya, barang-barang tersebut langsung dibawa petugas dan dimasukkan ke dalam mobil bak terbuka.
Beberapa penjual sempat meminta agar petugas tak membawa pergi barang dagangannya. “Pak, tolong jangan dibawa dagangan saya,” ucap salah satu penjual. Permintaan itu dijawab salah satu petugas agar dia kembali mengambil barang-barangnya di kantor Pol PP.
"Besok silakan ambil di kantor saja. Karena begitu peraturannya, Bu," ucap seorang petugas di mobil patroli. Pimpinan Operasi Bambang mengatakan, di area tersebut memang tidak boleh digunakan untuk berjualan. "Area ini memang harus steril karena sudah ada perda dan perwalnya," ungkapnya.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi seperti ini untuk menertibkan kawasan tersebut hingga area tersebut steril dari pedagang. "Kami akan terus lakukan operasi seperti ini, tentu saja untuk memberikan kenyamanan di ka wasan khusus tersebut," ucapnya.
Setelah mengamankan pedagang di depan Gedung Agung dan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Satpol PP kemudian melanjutkan operasi ke kawasan Taman Pintar di mana di kawasan tersebut sering di jadikan area berdagang oleh PKL. Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Nurwidi Hartana me nambahkan, razia PKL memang rutin dilakukan untuk men sterilkan kawasan Nol Kilo meter dari aktivitas PKL. Sayang, operasi ini sedikit tersendat saat gelaran Sekaten yang berbarengan dengan musim liburan lalu.
“Saat itu memang penertibannya kondisional karena kami juga tidak ingin meng ganggu wisatawan yang datang. Prinsipnya, areal itu harus steril dari PKL,” tandasnya.
Sodik
(ftr)