Pemasangan Patok Bandara Dilanjutkan

Jum'at, 16 Januari 2015 - 11:44 WIB
Pemasangan Patok Bandara...
Pemasangan Patok Bandara Dilanjutkan
A A A
KULONPROGO - Tim Pembangunan Bandara di Kulonprogo, kembali melanjutkan pemasangan patok batas ordinat bandara.

Pemasangan ini dilakukan untuk memperpendek jarak antarpatok dan meng ganti patok yang sempat dicabut warga. Pemasangan patok ini dilakukan oleh tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), PT Angkasa Pura, Pemkab Kulonprogo, dan instansi yang ada di bawahnya. Sehari kemarin ada sekitar 12 titik patok yang dipasang di wilayah Desa Glagah, yang berada di lahan Pakualaman (Pakualam Ground).

Rencananya pe ma tokan akan dilanjutkan sampai besok. “Ada 43 patok yang kami pasang, hari ini (kemarin) tar get kami 14 patok,” kata ang gota tim pembangunan bandara, Bambang Eko. Tim ujar dia, sebenarnya telah memasang patok pada bulan Oktober silam. Saat itu pemasangan dilakukan di empat desa, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran, dan Sindutan. Pemasangan patok ini untuk memperpendek jarak antara satu titik ordinat dengan yang lain.

Sedangkan di wilayah Glagah, untuk mengganti patok yang hilang, dan memasang di batas paling selatan. Pemasangan pada hari pertama kemarin, terkendala cuaca. Hujan deras yang turun, mem buat tim lapangan tidak bisa bekerja. Alat pendeteksi ordinat yang terhubung dengan satelit juga tidak bisa bekerja maksimal. Beruntung menjelang si ang cuaca cerah dan pematokan bisa dilakukan.

“Pemasangan ini, juga untuk memenuhi keinginan warga yang ingin tahu batas-batasnya,” katanya. Kasubag Pembinaan Operasi Polres Kulonprogo AKP Maryono mengatakan, warga tidak boleh melakukan aksi pencabutan patok. Pencabutan ini merupakan upaya melawan hukum yang bisa dipidana. Sehingga ketika ada laporan pencabutan, polisi bisa melakukan penyelidikan dan memproses hukum.

“Kalau ada laporan, pencabutan itu bisa diproses hu kum,” kata Maryono. Selama aksi pemasangan kemarin, sejumlah warga Wahana Tri Tunggal (WTT) yang menolak terhadap bandara hanya memantau dari kejauhan. Meski berkumpul, namun tidak ada warga yang mendatangi lokasi pemasangan patok. “Kami sudah tunggu, tetapi yang dipatok hanya PA Ground,” kata Ketua WTT, Martono.

Warga WTT akan tetap menolak pematokan di atas tanah milik warga. Sehingga ketika ada pematokan warga akan berjaga agar tidak sampai kecolongan. Bahkan warga akan berupaya menghadang tim kalau sampai nekat. “Karena kami tolak bandara, maka semua tahapan juga kami tolak,” ujarnya.

Diakuinya, sebelum ada pemasangan, pihak desa sudah menyosialisasikan kegiatan ini. Namun warga tetap tidak mau mendengar dan akan melawan jika pematokan di atas tanah warga.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
28 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved