Perbaikan Tak Tuntas, Jalan Kembali Ambles

Kamis, 15 Januari 2015 - 12:38 WIB
Perbaikan Tak Tuntas,...
Perbaikan Tak Tuntas, Jalan Kembali Ambles
A A A
SLEMAN - Perbaikan jalan ambles di Kabupaten Sleman banyak yang tidak tuntas. Akibatnya, saat musim penghujan, jalanan kembali rusak.

Salah satunya terjadi di ruas jalan Kabupaten Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, barat Jembatan Krapyak. Titik jalan tersebut kembali berlubang. Padahal belum ada satu pekan diperbaiki. Untuk menghindari pengguna jalan terperosok, di tengah jalan ditanami pohon pisang dan diberi tumpukan batu.

Warga sekitar meminta instansi terkait segera melakukan perbaikan secara tuntas dan permanen, bukan hanya tambal sulam. Sebab bila hanya tambal sulam, dipastikan akan rusak lagi. Dari pantauan KORAN SINDO YOGYA, selain di Palgading, jalan yang ambles juga terjadi di jalan Kabupaten Tempel–Balerante KM 1, atau 100 meter sebelah kiri gudang sortir dan pengepakan salak, Trumpun, Mer dikorejo, Tempel.

Seperti halnya di Jalan Palgading, jalan berlubang itu juga ditanami pohon pisang oleh warga setempat. Warga Palgading, Romli, 28, mengatakan, amblesnya jalan ter sebut bukan hanya sekali saja, namun sudah berulang kali. Hal ini lantaran untuk perbaikannya tidak tuntas. Sebab, jalan yang rusak itu hanya ditambal dan diratakan tanpa memedulikan lingkungan sekitar.

“Harusnya untuk perbaikan tidak hanya ditambal, namun harus total. Sebab jalan yang ambles itu merupakan gorong-gorong. Jika hanya ditambal dan diratakan, dipastikan akan rusak lagi,” katanya, kemarin. Menurut Romli, penyebab lain rusaknya jalan itu, karena tidak ada saluran untuk pembuangan air ke gorong-gorong. Sehingga saat hujan, air langsung mengenang di atas jalan.

Apalagi kendaraan berat, seperti truk dengan muatan yang melebihi tonase sering melewati jalan itu. “Karena itulah, perbaikannya harus tuntas,” katanya. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman Mirza Anfansury mengaku sudah mengetahui jalan berlubang yang ada di Palgading. Namun bukan berarti pihaknya membiarkan hal tersebut.

Sebab sebelum melakukan perbaikan, terlebih dahulu akan melakukan verifikasi kerusakan jalan itu. “Dari verifikasi ini, dapat diketahui, model apa yang cocok untuk perbaikan jalan itu,” ucapnya.

Priyo Setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
39 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved