Kapal Myanmar Diledakkan

Jum'at, 09 Januari 2015 - 11:25 WIB
Kapal Myanmar Diledakkan
Kapal Myanmar Diledakkan
A A A
MEDAN - Tertangkap tangan mencuri ikan di Perairan Selat Malaka, kapal motor (KM) berbendera Malaysia yang diawaki empat nelayan Myanmar diledakkan hingga berkepingkeping di Perairan Belawan, kemarin.

Kapal motor dengan nomor lambung PKFA 7738 itu dihancurkan dan ditenggelamkan dengan meledakkan bom yang dipasang Tim Penjinak Bom Satuan Brigade Mobil (Brimob) Daerah Sumut.

“Ini kapal ikan asing pertama yang ditenggelamkan. Polair akan terus melakukan patroli untuk mengawasi wilayah laut Sumut dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Eko Hadi Sutedjo seusai peledakan kapal asing itu.

Kapal tersebut diamankan petugas Polair pada 9 Desember 2014 di Perairan Salah Nama, Kabupaten Serdangbedagai (Sergei), atau sekitar 16 mil timur laut dari Pulau Pandan. Adapun barang bukti yang disita, selain kapal dan 150 kilogram ikan hasil tangkapan.

Peledakan kapal tersebut disaksikan kapten kapal, Mr Chen, 24, warga Myanmar, dan tiga anak buah kapal (ABK) lainnya, Kyaw, Banmin, dan Htyata. Saat ini Mr Chen ditahan di Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sumut, sedangkan tiga ABK diserahkan ke Bea dan Cukai.

Menurut dia, tindakan tegas menenggelamkan kapal ikan asing itu dilakukan menindaklanjuti kebijakan pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tentu Polda Sumut akan memperkuat pengamanan di jalur pantai, baik di wilayah pantai timur maupun pantai barat.

Mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) itu mengungkapkan, untuk wilayah timur yang diperkuat adalah Perairan Belawan, Tanjungbalai, dan Langkat, karena ramai dengan aktivitas pelayaran. Tiga wilayah itu merupakan prioritas utama pengamanan.

Eko telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pentingnya memperkuat jalur laut di Sumut karena berbatasan langsung dengan jalur lalu lintas di Selat Malaka. “Kami telah usulkan kepada Presiden untuk menambah prasarana dan sarana Polair, seperti kapal cepat yang bisa mengimbangi para pelaku pencurian ikan di laut,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Helfi Assegaf mengatakan, untuk pengamanan jalur laut tersebut, Ditpolair bekerja sama dengan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Belawan, Syahbandar Pelabuhan Belawan, PT Pelindo, dan stakeholderlainnya.

“Nelayan Myanmar itu ditangkap ketika sedang melempar jangkar untuk menangkap ikan secara ilegal. Sementara ikan hasil curian nelayan asing itu sudah dilelang,” ucapnya.

Kapal Penyelundup Pakaian Bekas Ditangkap

Tim gabungan Polda Sumut menggagalkan penyelundupan 978 karung bawang merah dengan berat 10 kilogram per karung, 85 bal pakaian bekas, dan 2 ons sabu-sabu yang diangkut sebuah kapal motor di Perairan Tanjungbalai, kemarin.

Dalam penyergapan itu, polisi menangkap empat tersangka, yakni, Syahril Nasution, 40; Siti Rahmawati, 28, keduanya warga Tanjungbalai; Ira Asnawati Ginting, 35, warga Medan; dan Yus Azranita, 30, warga Serdangbedagai (Sergei).

Syahril merupakan tersangka pemilik bawang merah dan pakaian bekas, sedangkan Siti, Ira, dan Yus, tersangka kepemilikan sabusabu. Dari mereka juga disita dua unit telepon seluler (ponsel)

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, petugas juga menemukan satu rumah toko (ruko) di Km 7, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, yang digunakan sebagai tempat penyimpanan 328 bal pakaian bekas.

Selain itu, ditemukan 2.500 liter solar yang tidak diketahui siapa pemiliknya di Tower Telkomsel di Jalan Perdagangan, Desa Nagori Bandar, Kabupaten Simalungun. “Khusus (barang bukti) yang tidak bertuan itu, masih diselidiki. Tetapi, untuk yang ada tersangkanya sedang dalam pengembangan,” ujarnya.

Menurut dia, penangkapan ini bagian dari operasi bersandi Sri Gunting dengan kekuatan 300 personel dari berbagai satuan. Operasi ini terus berlanjut untuk mengamankan perairan laut Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Terpisah, Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan mengatakan, tim yang tergabung dalam Operasi Sri Gunting juga beroperasi di daratan dengan target kasus-kasus terkait penyakitmasyarakat (pekat).

Salah satu tersangka yang ditangkap bernama Rusman, 63, warga Desa Sei Kuala Sikasim, Kecamatan Sei Baleh, Kabupaten Batubara. Dia diciduk karena tertangkap tangan menjual toto gelap (togel).

“Dari tersangka disita barang bukti berupa tiga blok hasil rekapan nomor togel, rekap nomor angka yang keluar, ponsel, kalkulator, uang Rp185.000, dan berkas togel,” katanya.

Frans Marbun
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved