Santri Dirotan, Orangtua Lapor Polisi

Rabu, 07 Januari 2015 - 17:22 WIB
Santri Dirotan, Orangtua...
Santri Dirotan, Orangtua Lapor Polisi
A A A
SAGULUNG - Tidak terima anaknya dihukum pukul dengan rotan, Pondok Pesantren An-Nimah Dapur 12 Kampung Tua, Kelurahan Seipelunggut, dilaporkan ke polisi. Ustaz yang melakukan pemukulan dilaporkan melakukan penganiayaan.

"Awalnya saya tidak tahu jika dia dipukuli ustaz Quwais, salah seorang gurunya di pesantren, dengan rotan. Setelah didesak, dia baru mengaku," ujar Adrel, ayah kandung korban Fr, kepada wartawan, Rabu (7/1/2014).

Dia menambahkan, dirinya baru merasa curiga saat anaknya Fr pulang ke rumah dalam kondisi pincang. "Setelah saya tanyakan baru anaknya saya mengaku dipukuli gurunya pakai rotan di pesantren," terangnya.

Dia melanjutkan, anaknya tidak hanya sekali dihukum oleh gurunya, tetapi sering kali. Awalnya dia dihukum gara-gara tak membawa kamus Bahasa Arab saat belajar. Lalu saat tertidur waktu khatib menyampaikan khotbah salat zuhur.

Fr pun kembali dipukul dihadapan teman-temannya di lapangan sekolah. Dan terakhir saat Fr dipaksa teman-teman sekamarnya melakukan onani di depan teman sekamarnya. Guru yang mengetahui peristiwa itu langsung menghukum dan memukulinya.

"Penyebab anaknya dihukum gurunya karena tidak membawa kamus Bahasa Arab, tidur saat salat zuhur, dan dipaksa onani oleh teman-teman sekamarnya," ungkap Adrel.

Adrel menyesalkan sikap gurunya yang menghukum anaknya tanpa memberi tahu dirinya. Padahal, Adrel sudah menyampaikan jika ada masalah anaknya di pesantren agar tidak dipukuli dan memberitahunya terlebih dahulu.

"Awalnya Fr tak mau mengaku karena sudah diancam. Jika kasus ini dilaporkan ke polisi, nanti malah saya akan dimasukkan penjara, dan akan dipermalukan," ungkap warga Jodoh itu.

Sementara itu, pengasuh kamar Fr, Ustad Ilyasa Urfa membenarkan hukuman rotan yang diterima Fr. Dia juga mengiyakan bahwa Fr telah beberapa kali terkena hukuman di pondok. Menurutnya, hukuman rotan diberikan bagi para pelanggar berat.

"Untuk masalah onani, memang ada tiga santri ada yang homo. Namun, keterkaitan Fr karena dia ikut-ikutan, dan pernah mengaku sudah melakukan onani di depan teman-temannya sekamar," tegasnya.

Atas tindakan itulah, Fr dihukum pakai rotan sebanyak lima kali, di kaki betis kanannya. Saat dihukum itu, Fr mengaku sendiri dia melakukan onani depan anak-anak.
(san)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
3 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
12 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
12 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved