Evakuasi AirAsia Jadi Ajang Silaturahmi Angkatan Laut Dunia

Rabu, 07 Januari 2015 - 13:56 WIB
Evakuasi AirAsia Jadi...
Evakuasi AirAsia Jadi Ajang Silaturahmi Angkatan Laut Dunia
A A A
PANGKALAN BUN - Di sela waktu luang dalam masa pencarian Pesawat AirAsia QZ8501, ada hal menarik dari para tim SAR gabungan.

Bukan soal jenazah atau koordinat mana yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat AirAsia tersebut.

Namun adanya momen evakuasi ini dimanfaatkan sebagai ajang bertemunya para angkatan laut dari beberapa negara yang membantu proses evakuasi.

Contohnya seperti yang dilakukan tentara angkatan laut dari tiga negara ini. Di tengah derasnya hujan, tentara dari Angkatan Laut Indonesia, Jepang dan Amerika saling berbagi cerita dan mengobrol hangat.

"Tadi kita ngobrol bertiga, ada mister Adam dari Amerika dan mister Nagakuma dari Jepang. Ini jadi ajang silaturahmi angkatan laut dari negara-negara asing yang membantu proses evakuasi," kata Sersan Mayor Komunikasi Rudi Hartanto dari Dinas Penerangan Angkatan Laut sekaligus sebagai kameramen bawah dan instruktur selam TNI AL kepada Sindonews.com di Pangkalan Bun sebelum bertolak ke Pelabuhan Kumai, Rabu (7/1/2015).

Dalam obrolan hangat tersebut, Angkatan Laut Jepang dan Amerika takjub dengan kondisi cuaca di Indonesia.

"It's nice place,Indonesia cukup unik khususnya di sini, karena saat cuaca panas ini bisa turun hujan deras," kata Lieutnant Comammander Greg Adams sebagai Liaison Officer Navy Seal kepada Sindonews.com.

Senada dengan Greg, Mayor Nagakuma Chief coordinator team rescue dari Angkatan Laut Jepang mengaku terkejut atas hujan yang turun di tengah hari dalam kondisi panas terik.

"Hebat, kok bisa ya matahari dan hujan bisa berkesinambungan dalam satu waktu," ungkap Nagakuma kepada Sindonews.com.

Pantauan di lokasi, di tengah panas terik hujan turun dengan deras reda setelah itu langsung kembali turun dengan derasnya lagi.

Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalan Bun, Lukman Soleh, juga membenarkan cuaca yang cepat berubah. "Disini cuaca cepat berubah dan susah ditebak," kata Lukman kepada Sindonews.
(sms)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
59 menit yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
3 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved