Diserbu Warga Bogor, RSUD Depok Tambah 150 Tempat Tidur

Senin, 05 Januari 2015 - 14:57 WIB
Diserbu Warga Bogor,...
Diserbu Warga Bogor, RSUD Depok Tambah 150 Tempat Tidur
A A A
DEPOK - Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan di Depok terus digenjot. Seluruh rumah sakit swasta tahun 2015 didorong untuk mau bekerja sama menerima pasien BPJS.

Ketua Komisi D DPRD Depok Lahmudin Abdullah mengatakan, selama ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Sawangan Depok selalu didatangi pasien yang tidak hanya dari Depok, tetapi juga dari Bogor. Karena itu, dia meminta, agar optimalisasi RSUD Depok ditingkatkan.

"Orang Bogor numpuk di RSUD kami, ini sebagai dorongan bagi RS swasta agar mau MoU pasien BPJS. Banyak rumah sakit yang maunya hanya sebagian biaya tidak full. Ada yang sakit tertentu tidak bisa. Integrasi Jamkesda dan BPJS juga harus terintegrasi komprehensif. Maintanance sarana prasarana puskesmas dan RSUD ditingkatkan tahun 2015 ini," katanya dalam Sidang Paripurna di DPRD Depok, Senin (5/1/2014),

Direktur RSUD Depok Ernawati mengatakan, evaluasi pelaksanaan BPJS tahun 2014 selama ini tidak ada kendala. Dia berharap, pembangunan gedung baru untuk penambahan pasien BPJS segera rampung.

"Kalau RSUD enggak ada kendala kami menerima saja pasien BPJS. Evaluasi 2014, pada intinya semua bagus, kalau ada kendala kami koordinasi dengan BPJS-nya langsung ditangani. Kami sih sejauh ini baik-baik saja. Yang penting gedung terbangun selesai, ada sekitar 150 bed atau tempat tidur tambahan bagi pasien BPJS," ungkapnya.

Wali Kota depok Nur Mahmudi Ismail mendorong RS swasta untuk berkomitmen melayani pasien BPJS, sesuai amanat UU BPJS. Program Jaminan Kesehatan Derah (Jamkesda) tetap diberlakukan sebagai pilihan terakhir bagi masyarakat Depok yang belum tercover BPJS.

"Kalau dari Pemkot Depok senantiasa mendorong pengertian RS layani jaminan BPJS kesehatan, karena dari BPJS sendiri sudah berikan metodologi yang tepat, sebelumnya kan hanya kesalahpahaman soal dana yang dicover, begitu pula dalam hal tagihan atau klaim seperti apa. Jamkesda jadi bumper terakhir, yang belum tercover BPJS," paparnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
1 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
1 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
4 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved