Hutan Tropis Ajak Warga Cintai Alam beberapa

Sabtu, 03 Januari 2015 - 12:37 WIB
Hutan Tropis Ajak Warga...
Hutan Tropis Ajak Warga Cintai Alam beberapa
A A A
PALEMBANG - Berbagai cara dilakukan untuk mengajak masyarakat mencintai alam. Salah satunya lewat lagu.

Cara ini ditempuh grup Hutan Tropis, band lo kal Sumsel, yang beranggotakan Jemi Delvian, (vokalis/dan penulis lagu), Ipul (keyboard), Andi Ahmad (gitar), David Wibowo (bass), serta Iftah Auladi (drum). Jemi sang vokalis mengatakan, hampir seluruh lagu yang mereka rilis bercerita tentang alam terutama hutan dan lahan gambut. Lagu-lagu tersebut dia dan penyair T Wijaya ciptakan setelah melihat fenomena kabut asap yang melanda Sumsel tahun lalu.

“Masa depan bumi menjadi ter ancam. Kalau ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin anak dan cucu kita akan hidup dalam penderitaan yang sangat. Krisis pangan, dan diserang berbagai penyakit,” kata Jemi saat dijumpai KORAN SINDO PALEMBANG, kemarin. Jemi pun yakin melalui bahasa musik, kesadaran untuk menjaga lingkungan hidup akan tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Kebiasaan sebagian warga membakar lahan saat kemarau juga diharapkan bisa berkurang. “Kami berharap tahun 2015 tidak ada lagi kabut asap dan kebakaran lahan,” ungkap musisi kelahiran Pagaralam ini. Saat ini, ungkap Jemi, grup bandnya tengah menyelesaikan proses pembuatan album. Meskipun albumnya belum diluncurkan, penikmat musik sudah bisa mendengar lagu-lagu dari Hutan Tropis Band dengan mengakses https://soundcloud.com/hutantropis.

Rencananya, selain menelurkan album, Hutan Tropis akan melakukan pertunjukkan keliling di Sumatera Selatan. “Teruta ma di daerah yang paling sering mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. Kita pun akan melakukan dialog dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup demi masa depan bumi dan manusia,” tandas Jemi.

Andi Ahmad, gitaris Hutan Tropis mempunyai cerita khusus mengenai kabut asap. Andi yang juga hypnotherapist ini mengaku, memiliki pasien yang mengalami gangguan psikis akibat kabut asap. “Salah satu pasien saya menderita phobia pada asap dan takut keluar pada malam hari. Pasien itu trauma akibat bencana kabut asap di Sumsel bulan lalu,” ungkap Andi.

Pasien Andi mengaku, pada waktu itu mengalami sesak napas yang sangat hebat hingga berpikir saat itu ia akan meninggal dunia. Kejadian itu menimbulkan trauma sehingga ketika melihat atau mencium bau asap dia menjadi ketakutan dan merasa sesak napas. “Karena peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, dia juga tak berani keluar malam,” ujarnya.

Muhammad Uzair
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved