Banyak Kewajiban yang Diabaikan Manajemen

Jum'at, 02 Januari 2015 - 11:18 WIB
Banyak Kewajiban yang...
Banyak Kewajiban yang Diabaikan Manajemen
A A A
YOGYAKARTA - DIY kaya akan klub-klub berusia puluhan tahun. Sayang, pengelolaan manajemennya masih jauh dari kata profesional.

Kasus pemain yang terlambat dibayar gajinya merupakan risiko yang akan terus berlangsung jika pengelolaan manajemen masih seperti saat ini. Inilah hasil dari riset dosen Universiitas Leiden, Belanda Andy Muller PhD yang dituangkan dalam buku berjudul The Struggle For Soccer In Indonesia Fandom, Archives And Urban Identity.

Penelitian khusus dilakukan terhadap manajemen pengelolaan tim sepak bola di Yogyakarta. "Dalam pembuatan buku ini saya tidak sendiri, karena saya dibantu oleh rekan saya, Dimas Maulana,” tutur Andy dalam peluncuran buku dan diskusi akhir pekan lalu.

Dari riset itu, Andy banyak mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pengelolaan tim sepak bola. Kewajiban manajemen, khususnya bagi pemain masih kurang, terutama soal finansial. Baik buruknya klub sepak bola dapat dilihat dari sistem manajemen di klub.

Termasuk kekompakan pihak-pihak yang terlibat untuk menjalankan roda organisasi klub sepak bola. "Keburukan sebuah tim sepak bola ini dapat dilihat ketika menonton sebuah pertandingan. Saat pertandingan berlangsung masih banyak kekacauan di mana-mana, terutama para suporternya," ucap Andy.

Selain manajemen, Andy yang dikenal sebagai penulis menilai, keberadaan suporter di klub sepak bola di Yogyakarta masih tidak rapi. Padahal kecintaan mereka terhadap klub tidak perlu diragukan. Fatalnya, suporter masih belum mendapatkan perhatian maksimal dari manajemen.

Akibatnya kesetiaan suporter tidak sebanding dengan apa yang diberikan klub. "Tidak hanya masih ada pemain yang terlambat dibayar atau bahkan tidak dibayar. Suporter klub juga tidak pernah mendapat perhatian khusus dari manajemen klub sepak bola yang didukungnya," ucap Andy.

Sementara itu, Dimas Maulana, rekan Andy, mengatakan, riset yang dilakukan lebih terfokus pada PSIM Yogyakarta. Pertimbangannya,PSIM merupakan tim paling tua yang ada di Yogyakarta.

Namun dari penelitian yang dilakukan, keberadaan klub sepak bola seperti PSIM masih jarang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Hal itulah salah satu dasar riset hingga menghasilkan sebuah buku.

Maha Deva
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved