Polisi Ungkap Investasi Fiktif

Sabtu, 27 Desember 2014 - 12:45 WIB
Polisi Ungkap Investasi...
Polisi Ungkap Investasi Fiktif
A A A
GUNUNGKIDUL - Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok investasi dan arisan mobil. Dengan iming-iming keuntungan 10% dan undian mobil, pelaku berhasil mengelabui para korban.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Hery Suryanto mengungkapkan, terbongkarnya kasus penipuan ini berawal dari laporan Kusmaryono, warga Gading, Playen beberapa waktu lalu. PNS di salah satu SMP Negeri di Playen ini mengaku tertipu Rp410 juta untuk investasi ke Lilik Pratama Kuswantoro, 42 warga Condongcatur, Sleman.

"Untuk mengelabui korban, pelaku bilang untuk investasi hasilnya besar. Pelaku juga meminta mencari peserta arisan mobil, nanti setiap bulan akan diundi untuk arisan mobil Daihatsu Ayla," katanya kepada wartawan, kemarin Atas dasar laporan ini, pihaknya berhasil menangkap pelaku di sebuah hotel di kawasan Prambanan, Sleman sepekan yang lalu.

Dari tangan pelaku, berhasil diamankan barang bukti dua unit komputer, brosur investasi, kuitansi, buku tabungan, kartu ATM, dan tujuh buah sertifikat tanah. "Kami terus kembangkan kasus ini, karena diduga korbannya cukup banyak," katanya.

Dijelaskannya, dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus investasi saham. Setiap investor yang menanamkan modalnya akan mendapatkan keuntungan sebesar 10% setiap bulan. "Namun ternyata uang tidak dikembalikan, jangankan keuntungan yang dijanjikan, uang pokok juga tidak kembali," kata Hery.

Setelah mendapatkan dana, pelaku tidak melakukan bisnis. Namun justru menggunakan uang yang diperolehnya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. "Ada yang digunakan juga untuk membeli sejumlah tanah di wilayah Yogyakarta," katanya Dari hasil penyidikan, dalam menjalankan aksinya ini pelaku menggunakan perusahaan fiktif.

Seluruh uang investasi yang masuk ke dalam perusahaan dikelola langsung oleh pelaku. "Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman empat tahun penjara," ucap Hery. Sementara, Kusmaryono yang menjadi korban mengaku, menginvestasikan uang untuk bisnis yang dijalankan Lilik tersebut.

"Jadi ada yang ditawari langsung investasi dengan mendapatkan keuntungan sebesar 10%, namun ada yang investasi dan mendapatkan mobil yang diundi setiap bulan," ungkapnya. Diakuinya, beberapa peserta arisan sudah memperoleh undian yang dilelang setiap bulan. Namun demikian, masih lebih separuh yang belum ikut lelang. "Korbannya tidak hanya saya saja kok, ada yang lain," ucap dia.

Terpisah, salah satu peserta arisan mobil, Andri warga Nglipar mengaku ikut lima arisan dengan menyetor uang senilai Rp175 juta. Namun demikian, dia baru berhasil untuk tiga kali lelang. "Itu saja harganya hampir sama dengan dealer, karena saya curiga saya ikut lelang di awal, sekarang masih Rp70 juta yang masuk ke Lilik," ucapnya.

Suharjono
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved