Perubahan Logo Pemkot Dinilai Tidak Mendesak

Rabu, 24 Desember 2014 - 11:00 WIB
Perubahan Logo Pemkot...
Perubahan Logo Pemkot Dinilai Tidak Mendesak
A A A
PEKALONGAN - Kalangan DPRD Kota Pekalongan menilai perubahan logo daerah tidak penting dan mendesak dilakukan sekarang.

Selain itu, penggantian logo itu dinilai akan menghamburkan anggaran karena akan berimbas terhadap anggaran penggantian logo di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Kan otomatis SKPD harus mengikutinya. Anggaran yang muncul akan sangat besar, bisa miliaran. Misal satu SKPD saya perkirakan bisa mencapai Rp100-Rp300 juta, tinggal dikalikan SKPD yang ada,” kata ketua pansus perubahan logo Aji Suryo kemarin.

Perubahan logo Pemkot Pekalongan saat ini sudah dituangkan dalam Raperda Peru bahan Logo. Aturan ini sudah ditetapkan dalam rapat paripurna kemarin. Menurut Aji Suryo, hal ini membuat agenda memberikan sejumlah catatan pada perda ini. Jadi, Perda tentang Perubahan Logo tidak langsung berlaku. “Perubahan logo Pemkot Pekalongan itu dapat dibatalkan atau dikaji ulang jika ternyata banyak masyarakat yang keberatan,” ujarnya.

Pihaknya meminta Pemkot Pekalongan melakukan sosialisasi karena masih banyak warga yang belum mengetahuinya. “Sosialisasi itu sekaligus menjaring aspirasi masyarakat. Sebab, logo baru itu juga ada filosofinya,” ucapnya.

Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad menerangkan, alasannya mengganti logo adalah untuk menonjolkan pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai logo Kota Pekalongan banyak menonjolkan kekuasaan.

“Filosofi logo baru itu antara lain membuat orang lokal memandang pemerintah secara egaliter, dan bukan lagi simbol pemerintah yang berkuasa, tapi simbol pemerintah untuk melayani masyarakat. Ada juga gambar orang yang sedang beribadah dan bekerja, sesuai masyarakat Pekalongan yang agamais dan pekerja keras. Tanpa meninggalkan khas Pekalongan, yakni canting dan ikan,” paparnya.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait penggantian logo baru itu. Logo baru itu sebelumnya juga sudah disayembarakan dengan anggaran Rp175 juta.

Prahayuda Febrianto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
10 menit yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
32 menit yang lalu
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
1 jam yang lalu
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
2 jam yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
2 jam yang lalu
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
3 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved