Warga Miskin Ini Mengaku Disengsarakan Kebijakan DKI
Rabu, 24 Desember 2014 - 03:24 WIB
Warga Miskin Ini Mengaku Disengsarakan Kebijakan DKI
A
A
A
JAKARTA - Warga miskin di pemukiman kumuh bantaran rel kereta api Stasiun Pasar Minggu, Jaksel anggap Ahok tidak memperhatikan masyarakat miskin.
Bahkan, warga RT 10/08, Pasar Minggu, Sudarma (42) ini menilai, siapa pun orangnya yang memimpin Jakarta tidak membuat hidupnya berubah.
Bukannya menyejahterakan, lanjut Sudarma, Ahok malah semakin menyengsarakan warga dengan peraturan dan kebijakan yang tidak berpihak ke warga miskin. Dia menyontohkan penggusuran dan pelarangan sepeda motor di jalan protokol. (Baca: Pemerintah Tidak Peduli Warga Miskin Ibu Kota)
"Jokowi dan Ahok sama saja, enggak ada bedanya. Ahok, rakyat yang benar-benar miskin enggak diperhatikan. Penggusuran saja, yang dapat rumah susun bukan orang yang benar-benar miskin," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di kediamannya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2014).
Sudarma mengaku, dirinya telah tinggal di bantaran rel kereta sejak tahun 2000 silam. Kini, dia menerima surat penggusuran yang akan dilakukan di kediamannya tersebut. (Baca juga: Disebut Anti Orang Miskin, Emosi Ahok Terbakar)
"Sabtu (20 Desember 2014) kemarin, saya terima surat yang kedua kalinya. Kalau saya harus mengosongkan tanah ini. Saya sendiri enggak tahu, nanti mau tinggal di mana. Paling kalau habis di bongkar, terus petugasnya pergi saya buat lagi tenda untuk sementara saya tinggal bersama istri dan ketiga anak saya," tutupnya.
Bahkan, warga RT 10/08, Pasar Minggu, Sudarma (42) ini menilai, siapa pun orangnya yang memimpin Jakarta tidak membuat hidupnya berubah.
Bukannya menyejahterakan, lanjut Sudarma, Ahok malah semakin menyengsarakan warga dengan peraturan dan kebijakan yang tidak berpihak ke warga miskin. Dia menyontohkan penggusuran dan pelarangan sepeda motor di jalan protokol. (Baca: Pemerintah Tidak Peduli Warga Miskin Ibu Kota)
"Jokowi dan Ahok sama saja, enggak ada bedanya. Ahok, rakyat yang benar-benar miskin enggak diperhatikan. Penggusuran saja, yang dapat rumah susun bukan orang yang benar-benar miskin," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di kediamannya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2014).
Sudarma mengaku, dirinya telah tinggal di bantaran rel kereta sejak tahun 2000 silam. Kini, dia menerima surat penggusuran yang akan dilakukan di kediamannya tersebut. (Baca juga: Disebut Anti Orang Miskin, Emosi Ahok Terbakar)
"Sabtu (20 Desember 2014) kemarin, saya terima surat yang kedua kalinya. Kalau saya harus mengosongkan tanah ini. Saya sendiri enggak tahu, nanti mau tinggal di mana. Paling kalau habis di bongkar, terus petugasnya pergi saya buat lagi tenda untuk sementara saya tinggal bersama istri dan ketiga anak saya," tutupnya.
(ysw)