Perjalanan Dinas Rp6,14 M Didrop

Selasa, 23 Desember 2014 - 10:37 WIB
Perjalanan Dinas Rp6,14...
Perjalanan Dinas Rp6,14 M Didrop
A A A
UNGARAN - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang merasionalisasi anggaran untuk perjalanan dinas luar daerah bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Semarang, termasuk di Sekretariat Dewan.

Pengurangan belanja senilai Rp6,14 miliar di RAPBD 2015 tersebut dilakukan lantaran kegiatan perjalanan dinas luar daerah dinilai sebagai pemborosan anggaran.

“Output dari perjalanan dinas luar daerah kurang maksimal. Biaya perjalanan dinas yang seharusnya untuk memenuhi target kinerja, selama ini dianggap sebagai tambahan penghasilan. Itu merupakan salah satu bentuk pemborosan,” kata Ketua Banggar DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto kemarin.

Rasionalisasi juga dilakukan di pengajuan biaya pembelian alat tulis kantor (ATK) Rp1.028.261.450 dan biaya makan minum rapat Rp2.642.784.750. Dari tiga kegiatan tersebut, anggaran yang dikurangi sekitar Rp9 miliar. Anggaran yang dirasionalisasi tersebut akan dialihkan untuk mendukung kegiatan lain yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Di antaranya pembangunan infrastruktur yang belum tertangani dan membantu iuran BPJS kesehatan bagi masyarakat miskin. Bagi Bambang, 2015 merupakan tahun percepatan pembangunan Kabupaten Semarang sehingga alokasi anggaran untuk infrastruktur lebih penting ketimbang kegiatan lain yang bersifat pemborosan.

“Dengan demikian, belanja modal untuk perbaikan infrastruktur bertambah tapi belanja pegawai yang ada di belanja langsung berkurang,” papar politikus yang akrab disapa Kribo ini. Rasionalisasi anggaran juga dilakukan Banggar terhadap pengajuan anggaran promosi pariwisata di Disporapar dari Rp400 juta menjadi Rp200 juta.

Alasannya, anggaran untuk kegiatan rutin itu dianggap tidak berdampak signifikan untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Semarang. Sementara usulan Dinas Kesehatan untuk mengalihkan dana alokasi khusus (DAK) bidang kesehatan senilai Rp21 miliar pada 2013 yang tak bisa dilaksanakan untuk Pos Kesehatan Desa (PKD) ditolak. Alasannya, pelayanan PKD kepada masyarakat tidak berjalan optimal.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunawan Wibisono menyatakan masukan dari legislatif akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk diperbaiki di masa mendatang. Pasalnya, ada beberapa target kinerja yang memang butuh percepatan dan penanganan efektif.

Agus Joko
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
4 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
13 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
13 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
13 jam yang lalu
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved