Sumut Butuh SMK Khusus

Sabtu, 20 Desember 2014 - 12:37 WIB
Sumut Butuh SMK Khusus
Sumut Butuh SMK Khusus
A A A
MEDAN - Daerah dinilai perlu mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sesuai karakteristik kebutuhan tenaga kerja di daerah tersebut. Pasalnya, kualitas lulusan SMK banyak yang tidak sesuai permintaan pasar tenaga kerja yang berimbas pada semakin banyaknya pengangguran.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengatakan, SMK itu seharusnya dibangun tidak hanya berdasarkan jurusan yang laris manis dan menjadi tren seperti komputer dan lainnya, tetapi disesuaikan dengan keunggulan daerah tersebut. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang mendesak dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara (Sumut) di tahun mendatang.

Politisi PDIP itu mencontohkan, dengan banyaknya perkebunan di Sumut, sangat layak jika dibangun SMK dengan jurusan perkebunan sehingga akan meningkatkan kualitas perkebunan itu nantinya. Termasuk Tembung yang banyak menyalurkan tenaga kerja seperti di sektor bangunan, memerlukan SMK jurusan teknologi bangunan.

Ironisnya, Kecamatan Medan Deli yang memiliki sekitar 380 industri, belum memiliki SMK yang sesuai kebutuhan tenaga kerja bidang industri. “Itu menjadi hal yang sangat tidak tepat, padahal menurut ketentuan, itu merupakan wewenang Pemko Medan,” ungkap penggiat pendidikan itu seusai bertemu dengan Kepala Disdik Sumut, Masri, Jumat (19/12).

Karena itu, Sofyan Tan berharap dengan keluarnya peraturan pemerintah (PP) turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, harapan tersebut segera menjadi kenyataan.

Pendirian SMK sesuai kebutuhan daerah itu juga akan menjadi agenda utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, pada pertengahan Januari 2015. “Harapan kami, soal PP turunan itu bisa keluar awal 2015,” ucapnya.

Sementara Kepala Disdik Sumut, Masri, mengatakan, banyak daerah yang bisa dijadikan SMK unggulan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di daerah tersebut. Namun, pembangunan SMK memerlukan alokasi dana. “Seperti daerah perindustrian di Kawasan Industri Medan (KIM) Belawan yang sangat besar, dan daerah di Sumut yang banyak perkebunannya,” katanya.

Untuk tenaga pendidik yang akan disalurkan nantinya, menurut Masri, tidak akan menjadi masalah. Para sarjana yang menguasai bidang tertentu akan mendapatkan pendidikan mengajar untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di SMK terkait. Dia menambahkan, saat ini ada tiga bidang membutuhkan kehadiran SMK di bidang industri, kelautan, dan perkebunan.

Kepala Seksi (Kasi) SMK Disdik Sumut, Sagino, menjelaskan, saat ini Sumut memiliki sekitar 896 SMK negeri maupun swasta yang tersebar di 33 kabupaten/ kota di Sumut. Dia juga menilai pendirian SMK sesuai karakteristik kebutuhan tenaga kerja di suatu daerah perlu direalisasikan.

Syukri Amal
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
29 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
47 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
1 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved