Kasus Korupsi Hibah Persiba Kembali Seret Tersangka Baru

Jum'at, 19 Desember 2014 - 19:29 WIB
Kasus Korupsi Hibah...
Kasus Korupsi Hibah Persiba Kembali Seret Tersangka Baru
A A A
YOGYAKARTA - Kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba kembali menyeret tersangka baru. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menetapkan Bendahara Persiba, Dahono (Dhn), sebagai tersangka keempat pada kasus dana hibah senilai Rp12,5 miliar tersebut.

Sebelumnya Kejati telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu mantan Bupati Bantul, Idham Samawi (IS); mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul, Edy Bowo Nurcahyo (EBN); dan Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri, Maryani (Mar).

"Tersangka baru inisial Dhn, selaku bendahara Persiba saat Persiba menerima dana hibah tahun 2011," kata Azwar, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY, saat jumpa pers di Gedung Kejati DIY, Jumat (19/12/2014).

Surat perintah penyidikan (sprindik) dan penetapan status tersangka terhadap Dahono telah diteken Kepala Kejati DIY, Loeke Larasati Agoestina, pada Jumat 12 Desember 2014.

Peran Dahono dalam kasus ini adalah dia selaku bendahara klub sepak bola Persiba pada musim kompetisi 2011 menerima pencairan dana hibah dan memproses seluruh tagihan kepada Persiba, termasuk tagihan dari PT Aulia Trijaya Mandiri selaku perusahaan penyedia jasa konsumsi dan transportasi partai tandang Persiba.

"Dhn tidak melaksanakan tugas dengan cermat, dia tetap membayar tagihan (PT Aulia Trijaya Mandiri) padahal tidak disertai bukti-bukti pendukung yang legal. Ada tagihan fiktif dan mark-up," ungkap Azwar.

Penyidik Kejati DIY menyangka Dhn dan Mar bersekongkol sehingga keduanya diberkas menjadi satu BAP. Ditargetkan pada pertengahan Januari 2015 kasus Persiba ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Namun Azwar belum bisa memastikan BAP mana yang lebih dulu diajukan ke pengadilan. Apakah BAP Dahono dan Maryani lebih dulu, BAP EBN, atau BAP IS.

"Itu hak jaksa penuntutan untuk menilai berkas mana yang layak lebih dulu dilimpahkan ke pengadilan, bisa satu per satu, bisa bersamaan. Itu strategi penaganan perkara berdasar asas dominus litis (kewenangan jaksa untuk limpahkan perkara tertentu ke pengadilan)," imbuh Azwar.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Slawi itu juga kembali menegaskan tidak akan ada SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) kasus Persiba.

Dia mengakui proses penyidikan berjalan lamban karena materi penyidikan rumit dan kompleks, serta penyidik berusaha memperdalam pengumpulan alat bukti. Kendala lainnya karena adanya saksi yang tiba-tiba mencabut keterangan di-BAP.

"Saya bantah dalam kesempatan ini, kami tidak tidur, kami terus gali fakta-fakta hukum. Kami optimis semua tersangka Persiba akan dilimpahkan ke pengadilan, sampai saat ini kami tak ada niatan keluarkan SP3," tandas Azwar.

Terpisah, Ketua Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), Irwan Suryono menyatakan, penetapan tersangka baru ini adalah langkah maju dalam upaya pengusutan kasus Persiba hingga tuntas.

Namun dia mewanti-wanti penyidik jangan sampai dengan penetapan tersangka baru itu hanya untuk mengaburkan tersangka lainnya.
(sms)
Berita Terkait
Dua Jaksa yang Ditangkap...
Dua Jaksa yang Ditangkap KPK Divonis 4 Tahun dan 1,5 Tahun
Fasilitas Lengkap, Next...
Fasilitas Lengkap, Next Hotel Yogyakarta Cocok untuk Aktivitas Komunitas, Rekreasi dan MICE
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Stadion di Yogyakarta, KPK Geledah 2 Perusahaan Swasta
Rawan Disalahgunakan,...
Rawan Disalahgunakan, JCW Dorong KPK Awasi Penggunaan Danais DIY
September to Remember...
September to Remember di Next Hotel Yogyakarta: Tips Jitu Melepas Rindu Suasana Yogya
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
25 menit yang lalu
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
44 menit yang lalu
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
50 menit yang lalu
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
3 jam yang lalu
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
3 jam yang lalu
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
3 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved