Korban Longsor Diminta Transmigrasi Lokal

Senin, 15 Desember 2014 - 16:25 WIB
Korban Longsor Diminta...
Korban Longsor Diminta Transmigrasi Lokal
A A A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang rumahnya terkena bencana longsor untuk segara melakukan transmigrasi lokal.

“Artinya, mereka pindah ke tempat yang lebih aman, yang secara geologis bisa diukur,” kata Ganjar, kepada wartawan, di Semarang, Senin (15/12/2014).

Menurut dia, sudah saatnya penataan daerah yang rawan longsor itu dilakukan secara sistematis, kalau penanganannya secara parsial dipastikan tidak akan selesai. Sebab, ada banyak juga titik rawan lain yang juga berpotensi longsor.

Pemprov Jateng hendak bekerjasama dengan geolog Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk memetakan daerah-daerah rawan. “Saya kira perlu adanya review tata ruang. Ini yang menjadi konsep jangka panjang,” ujar Ganjar.

Jangka pendeknya, imbuh Ganjar, mulai menyadarkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. “Sebab, kalau mau tetap tinggal di situ, risikonya bencana setiap hari, begitu curah hujan tinggi, harus segera mengungsi," terangnya.

Menurut politikus PDIP ini, daerah yang terkena bencana longsor sebenarnya tidak layak untuk ditinggali, karena selain tanahnya gembur, juga punya tingkat kecuraman tinggi. Saat ini, pihaknya juga belum punya alat pendeteksi terjadinya longsor.

Ganjar menambahkan, pihaknya tertarik menggandeng pusat Geologi UGM, karena sudah melakukan uji coba di daerah Karanganyar. Sementara, daerah di Jateng yang rawan longsor itu banyak sekali, di antaranya Banjar Negara, Purworejo, Wonosobo, Banyumas, dan Karang Anyar. Melalui pemetaan itu, diharapkan ada tata ruang desa.

Ganjar mengaku, sebelum terjadi longsor di Banjar Negara, pihaknya sudah melakukan imbauan kepada warga. Namun, pihaknya mengaku tidak bisa meyakinkan warga untuk pindah.

“Sudah tahunan mereka tinggal di sana, pindah tidak mau, karena ada problem sosial ekonomi. Jadi perlu pergerakan yang lebih serius, daerah vegetasi perlu dihijaukan kembali,” jelasnya.
(san)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
24 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
33 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved