Wali Kota Kecewa Proyek Saluran Air Lambat

Sabtu, 13 Desember 2014 - 11:43 WIB
Wali Kota Kecewa Proyek...
Wali Kota Kecewa Proyek Saluran Air Lambat
A A A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kecewa terhadap progres penataan saluran air di samping Balai Kota Bandung, Jalan Merdeka, berjalan lambat.

Padahal proyek itu ditarget selesai 24 Desember ini. “Progresnya baru 60%. Harusnya mah beres,” ucap pria yang akrab disapa Emil, saat meninjau proyek saluran air, di Jalan Merdeka, kemarin. Rencananya, aliran sungai kecil yang menjadi saluran Sungai Cikapayang ini akan dipasangi alat penjernih air. Nantinya alat tersebut akan berfungsi menampung air kotor dari aliran sungai kemudian diolah sehingga saat dialirkan kembali ke Sungai Cikapayang telah jernih.

Proyek yang menghabiskan anggaran mencapai Rp2,7 miliar ini juga akan menjadi percontohan untuk diterapkan di aliran sungai lainnya di Kota Bandung. “Ini jadi percontohan, bahwa dengn konsep filter air, air jorok bisa jadi bersih. Suatu hari nanti teknologi ini bisa dipraktekan di semua sungai di Bandung. Anggarannya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” ucap Emil.

Ditanya terkait kendala pada pembangunan proyek tersebut, menurut Emil adalah masalah kecepatan. Progres pembangunannya terlalu lamban. Sehingga tidak bisa selesai sesuai target. “Ada sedikit kecewa dari jadwal. Seharusnya sudah beres. Sehingga pas Asia- Afrika bisa dipersembahkan,” ucapnya.

Meski begitu, dia tetap optimistis proyek penjernih air ini bisa memberi banyak manfaat bagi warga Bandung. Saat ini semua pembangunan yang dilakukan Pemkot Bandung sedang dalam proses. “Tapi kalau sudah jadi kantaun depan enak. Alun-alun jadi, ini (penjernih air) jadi, itu (torotar Jalan Riau dan Braga) jadi. Ini barang baru buat budaya orang Bandung. Jadi berproses, sedang belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Didi Ruswandi mengungkapkan, proyek penjernih air ini ditargetkan selesai 24 Desember ini. “Sesuai dengan perjanjian kontrak dengan kontraktor,” ucapnya. Namun jika pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan proyek sesuai jadwal, pihaknya bisa memberi sanksi berupa denda keterlambatan proyek kepada kontraktor.

“Kalau di kontrak tanggal 24 memang harus sudah selesai. Kalau tidak selesai sesuai target, ada opsi denda keterlambatan kepada kontraktor,” ucapnya. Kepala Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Pengairan DBMP Kota Bandung Sihar P Sitinjak menjelaskan, penjernih akan berfungsi menjernihkan air kotor di aliran sungai Cikapayang. “Water treatment dilengkapi tujuh mesin pompa. Jadi nanti saluran airnya di restorasi, ditata dan ditambah taman-taman,” ucapnya.

Sihar melanjutkan, di samping saluran air juga akan dipasang box culvert berukuran 1,2 meter x 1,5 meter. Alat itu nantinya akan berfungsi sebagai saluran air kotor yang mengalir dari utara.

“Nanti terpisah antara air jernih dan air kotornya. Air kotornya tetap melalui box culvert. Kalau hujan deras dan luapan air kotor tidak tertampung di box culvert, air akan dialirkan kembali ke saluran air Cikapayang,” pungkasnya.

Mochamad Solehudin
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
9 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
14 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved