Cerita Pagi

Sultan Baabullah, Peletak Negara Islam di Nusantara (Bagian II-Habis)

loading...
Sultan Baabullah, Peletak Negara Islam di Nusantara (Bagian II-Habis)
Sultan Baabullah, Peletak Negara Islam di Nusantara (Bagian II-Habis)
PEMBUNUHAN Sultan Ternate Khairun Janil atas perintah Gubernur Portugis Lopez de Mesquita, memicu terjadinya perang kolonial kedua yang lebih besar di wilayah Indonesia bagian timur.

Di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah, perang melawan pasukan kolonial Portugis berlangsung sangat hebat. Seluruh rakyat Ternate, Maluku, serta negeri-negeri di wilayah Indonesia bagian timur terjun dalam peperangan.

Menikahnya Sultan Baabullah dengan adik Sultan Iskandar Sani dari Tidore, dan bergabungnya para raja, serta kepala suku di Sulawesi, dan Papua, membuat pasukan perang Sultan Baabullah tak terkalahkan.

Dengan kekuatan yang luar biasa besar itu, Sultan Baabullah berhasil merebut benteng Portugis di Tolucco, Santo Lucia, dan Santo Pedro. Kekalahan itu membuat Portugis malu dan frustasi.



Gubernur Portugis Lopez de Mesquita yang berada di Benteng Sao Paulo pun ketakutan. Di balik bentengnya itu, sang gubernur sembunyi. Selama hampir lima tahun, dia tidak berani keluar dari benteng.

Hubungannya dengan dunia luar diputus sama sekali oleh pasukan Sultan Baabullah. Pasokan makanan pun dijatah satu porsi untuk satu orang. Kehidupan di dalam benteng menjadi sangat memprihatinkan.

Keadaan yang serba sulit itu membuat Kerajaan Portugis geram. Mereka lalu mengganti Gubernur Portugis Lopez de Mesquita dengan Alvaro de Ataide, untuk menggempur wilayah yang dikuasai Sultan Baabullah.



Perang Soya-Soya atau perang pembebasan negeri dari cengkeraman kolonialisme Portugis pun dikobarkan. Tidak hanya Ternate dan Maluku, Jawa (Jepara), Melayu, Makasar, dan Buton pun ikut membantu.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top