BBM Naik, Ratusan Nelayan Bantul Tak Menerima PSKS

Kamis, 11 Desember 2014 - 09:52 WIB
BBM Naik, Ratusan Nelayan...
BBM Naik, Ratusan Nelayan Bantul Tak Menerima PSKS
A A A
BANTUL - Ratusan nelayan di Kabupaten Bantul tak mendapatkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebagai kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Hidup mereka semakin memprihatinkan karena harga ikan di pasaran juga turun. Mugari, salah seorang nelayan di Pantai Samas mengatakan, saat ini banyak sekali nelayan yang tidak mendapatkan kompensasi kenaikan BBM. Padahal hidup mereka bisa dikatakan sulit dan banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.

Dia tidak mengerti mengapa dirinya bersama rekan-rekannya yang lain tidak mendapatkan PSKS. “Dari 50 orang nelayan di sini hanya ada dua orang yang dapat. Saya tidak tahu alasannya kenapa,” tuturnya, kemarin. Mugari hanya bisa pasrah karena berdasarkan penuturan tokoh masyarakat di kawasan Pantai Samas tersebut, warga yang mendapatkan dana tersebut merupakan kebijakan dari pusat sehingga desa atau pemerintah setempat tidak bisa melakukan intervensi.

Para nelayan tidak bisa protes karena memang tidak tahu akan protes ke mana. Mugari mengungkapkan, sejak kenaikan harga BBM diberlakukan oleh pemerintah, ongkos produksi mereka mengalami kenaikan.

Dari pengalaman selama hampir dua bulan sejak ada kenaikan BBM, ternyata ongkos produksi untuk mencari ikan naik sekitar 30%. Padahal di sisi lain, harga ikan terus mengalami penurunan. “Kami makin sengsara sebetulnya, mbok kami dibantu. Kini banyak nelayan yang tidak melaut,” ujarnya.

Sejak kenaikan BBM yang lalu, kenyataan memang tidak berpihak kepada mereka. Mereka berharap agar harga jual bisa naik sehingga mampu menutup biaya produksi mereka yang naik. Namun harga jual ikan mereka justru mengalami penurunan. Ikan bawal misalnya, turun dari Rp45.000 per kilo menjadi Rp40.000 sementara ikan layur dari Rp20.000 menjadi Rp12.000.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten, Suyanto mengakui banyak nelayan yang tidak mendapatkan kompensasi dana BBM. Dia sendiri tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut merupakan keputusan dari pemerintah pusat.

Namun dia berharap, ada kompensasi lain yang bisa diterima oleh nelayan sebagai bentuk konsekuensi pihak yang menanggung kenaikan harga BBM.

Erfanto Linangkung
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved