Cabai Merah Rp90.000, Cabai Rawit Rp80.000

Kamis, 11 Desember 2014 - 09:42 WIB
Cabai Merah Rp90.000,...
Cabai Merah Rp90.000, Cabai Rawit Rp80.000
A A A
MUARAENIM - Melonjaknya harga cabai pascamemasuki musim hujan kali ini dikeluhkan pemilik warung nasi di Muaraenim dan Tanjung Enim.

Pasalnya, dengan naiknya harga cabai yang mencapai Rp90.000 per kilogram untuk cabai merah saat ini dirasa sangat memberatkan. Bahkan untuk jenis cabai rawit, harganya saat ini sudah mencapai Rp80.000 di pasar-pasar tradisional yang ada di Muaraenim dan Tanjung Enim. Seperti diungkapkan Nur, pemilik salah satu warung nasi di seputaran Kantor Bupati Mua raenim mengatakan, harga cabai mengalami kenaikan yang menurutnya sangat tidak wajar.

Bahkan, dalam beberapa hari saja bisa terjadi kenaikan sampai dengan 50% dari harga awal. “Sekarang cabai merah biasa harganya Rp 90.000, sedangkan cabai merah keriting Rp85.000 dan harga cabai rawit Rp80.000 per kilonya,” ungkapnya, kemarin.

Naiknya harga cabai tersebut, kata dia, dirasa sangat memberatkan. Namun, mereka tidak ada pilihan lain. Dirinya juga tidak mau mengurangi takaran cabai untuk masakan terutama untuk bahan sambel yang dijualnya ke pelanggannya. Sementara, salah seorang pedagang cabai di Pasar Baru Tanjung Enim, Uswatun mengatakan, memang kisaran harga cabai di berbagai tempat memang berbeda.

Di Pasar Baru Tanjung Enim harga cabai merah saat ini Rp85.000 per kilogramnya. Harganya selisih Rp5.000 dari Pasar Inpres Muaraenim. Namun menurutnya, meski ada penurunanan di banding beberapa waktu sebelumnya harga tersebut masih dirasa tinggi, baik oleh mereka sebagai pedagang maupun oleh pembeli.

“Karena kita memang am bilnya tinggi, jadi mau tidak mau jualnya juga tinggi,” ujarnya. Tingginya harga cabai menurut Uswatun, tidak memberikan keuntungan yang signifikan kepada dirinya dan pedagang lain. Karena meskipun harganya tinggi, mereka juga tidak bisa mengambil dalam jumlah banyak. Karena selain keterbatasan modal, mereka juga khawatir tidak laku.

“Kalau kita ambilnya murah dan jualnya mahal mungkin dapat untung banyak, ini modal kita juga sudah tinggi, paling untungnya paling tinggi Rp5.000 per kilo,” katanya.

Irhamudin Sutan Parmato
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
50 menit yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
57 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
1 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved