Nasib Pilkada Lima Daerah di Jawa Barat Belum Jelas

Sabtu, 06 Desember 2014 - 09:01 WIB
Nasib Pilkada Lima Daerah...
Nasib Pilkada Lima Daerah di Jawa Barat Belum Jelas
A A A
SUKABUMI - Perhelatan pilkada secara serentak yang akan digelar di lima kabupaten di Jawa Barat pada 2015 mendatang masih belum memiliki kejelasan.

Terutama soal mekanisme pelaksanaannya dipilih langsung masyarakat atau dipilih melalui lembaga legislatif.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat Harminus Koto saat membuka acara seminar tentang kajian pengawasan partisipatif dalam pemilihan kepala daerah langsung serentak berdasarkan peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 yang digelar Gedung Negara Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/12/2014).

"Nasibnya berada di persimpangan jalan, belum ada kejelasan apakah masih akan menggunakan mekanisme lama yakni dipilih secara langsung oleh masyarakat atau dipilih oleh DPRD. Sejauh ini pelaksanaan tahapannya berpijak pada Perppu No 1 tahun 2004 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota,” tutur Harminus.

Ke lima daerah yang akan menyelenggarakan pilkada secara serentak itu antara lain Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Sukabumi.

Meski belum ada kejelasan mekanisme, namun bawaslu meyakini pilkada di lima daerah tersebut tetap akan menggunakan pola sebelumnya yakni dipilih langsung oleh masyarakat.

Karena itulah Bawaslu tetap melakukan persiapan untuk kesuksesan pelaksanaan pilkada serentak. Salah satunya melakukan rekrutmen panitia pengawas pemilu di kelima daerah tersebut pada bulan September silam.

Hal tersebut dianggap penting untuk meningkatkan partisipatif masyarakat dalam pelaksanaan pilkada nanti.

“Terpenting adalah partisipasi dari masyarakat, paling tidak turut terlibat dalam mengawasi atau mengawal suara mereka sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengaku telah mempersiapkan segala kemungkinan untuk penyelenggaraan pilkada baik dipilih langsung maupun melalui DPRD, salah satunya adalah pengalokasian anggaran yang disesuaikan dengan kemampaun daerah.

Terlepas itu itu semua, Sukmawijaya menyepekati bahwa hal terpenting adalah meningkatkan partisipasi pengawasan dari masyarakat.

Meskipun mekanismenya dipilih melalui DPRD, namun partifipasi pengawasan dari masyarakat tetap harus ada. Tujuannya supaya para wakil rakayat tidak seenaknya dalam memilih kepala daerah.

Pilihannya harus sesuai dengen kehendak mayoritas masyarakat, karena itulah pengawasan dari masyarakat itu sendiri menjadi sangat penting,” tegas Sukmawijaya. (toni kamajaya)
(sms)
Berita Terkait
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
PKS Restui Ketua Ormas...
PKS Restui Ketua Ormas Rekat Eka Gumilar Jadi Calon Bupati di Jawa Barat
Cabup Dadang Janjikan...
Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji
Cawabup Bandung Lord...
Cawabup Bandung Lord Atep Makin Pede Blusukan Sapa Warga
Polda Jabar Nyatakan...
Polda Jabar Nyatakan Siap Amankan Pilkada Serentak di Jawa Barat
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Keunikan Macan Tutul...
Keunikan Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved