Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga ABK Kapal Oryong Asal Jateng
Jum'at, 05 Desember 2014 - 10:30 WIB
Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga ABK Kapal Oryong Asal Jateng
A
A
A
SEMARANG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah (Jateng) mengambil sampel DNA keluarga ABK Kapal Oryong 501. Seperti diketahui, kapal milik Korea Selatan tersebut tenggelam di Laut Bering, Rusia.
Tim dipimpin Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rini Muliawati, Jumat (5/12/2014) pagi ini bergerak ke tiga kabupaten itu.
"Ini saya ke Pemalang, Kabupaten Tegal dan Brebes, untuk ambil sampel DNA dari Kapal Korea yang tenggelam di Rusia," ungkap Rini melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima KORAN SINDO, Jumat (5/12/2014) pagi.
Berdasar data yang diterima pihaknya, kata Rini, ABK Kapal Oryong asal Jawa Tengah ada 17 orang, yakni enam asal Kabupaten Brebes, 10 asal Kabupaten Tegal, dan satu orang asal Kabupaten Pemalang.
"Yang Brebes satu selamat. Jadi yang MD (meninggal dunia) 16 orang. Jenazah baru ditemukan enam orang," lanjut Rini.
Seperti diketahui, musibah tenggelamnya Kapal Oryong 501 di Perairan Laut Bering Rusia, terjadi Senin (1/12/2014). Kapal bobot 1.753 ton. Awak kapal berjumlah 60 orang, dengan rincian 11 orang Korsel, 35 WNI, 13 warga Filipina, dan satu warga Rusia. Kapal tersebut buatan Spanyol tahun 1978.
Informasi terakhir, jumlah korban tewas yang sudah ditemukan ada 16 orang, 37 masih hilang.
Tim dipimpin Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rini Muliawati, Jumat (5/12/2014) pagi ini bergerak ke tiga kabupaten itu.
"Ini saya ke Pemalang, Kabupaten Tegal dan Brebes, untuk ambil sampel DNA dari Kapal Korea yang tenggelam di Rusia," ungkap Rini melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima KORAN SINDO, Jumat (5/12/2014) pagi.
Berdasar data yang diterima pihaknya, kata Rini, ABK Kapal Oryong asal Jawa Tengah ada 17 orang, yakni enam asal Kabupaten Brebes, 10 asal Kabupaten Tegal, dan satu orang asal Kabupaten Pemalang.
"Yang Brebes satu selamat. Jadi yang MD (meninggal dunia) 16 orang. Jenazah baru ditemukan enam orang," lanjut Rini.
Seperti diketahui, musibah tenggelamnya Kapal Oryong 501 di Perairan Laut Bering Rusia, terjadi Senin (1/12/2014). Kapal bobot 1.753 ton. Awak kapal berjumlah 60 orang, dengan rincian 11 orang Korsel, 35 WNI, 13 warga Filipina, dan satu warga Rusia. Kapal tersebut buatan Spanyol tahun 1978.
Informasi terakhir, jumlah korban tewas yang sudah ditemukan ada 16 orang, 37 masih hilang.
(zik)