94 ABG di Kota Batu Pernah Melakukan Seks Bebas

Kamis, 04 Desember 2014 - 01:21 WIB
94 ABG di Kota Batu...
94 ABG di Kota Batu Pernah Melakukan Seks Bebas
A A A
KOTA BATU - Prilaku seks bebas yang selama ini terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, rupanya telah merambah ke kota kecil, seperti Kota Batu.

Kota berpenduduk 200 ribu jiwa ini, kini harus siap-siap menghadapi perubahan prilaku anak-anaknya yang mulai mengenal pergaulan bebas.

Psikologi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Sayekti Pribadiningtyas menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan perubahan cara bergaul anak baru gede (ABG) di kota penghasil apel itu.

Antara lain, karena adanya proses urbanisasi gaya hidup masyarakat desa yang ke kota-kotaan. Mulai dari serapan informasi di dunia maya yang tanpa batas, gambar pornografi yang mudah diakses lewat HP dan internet, perkembangan pariwisata dan kurangnya perhatian orangtua, serta lingkungan pergaulan anak-anaknya.

"Unit psikologi dinkes dibuka sejak tahun 2013. Mulai tahun 2013 hingga awal Desember ini, sudah ada 94 remaja putri di Kota Batu yang mengadukan persoalannya ke kita. Mereka mengaku sudah pernah melakukan hubungan seksual bersama pacarnya," ungkap Nining, panggilan akrab Sayekti Pribadingtyas, Rabu (3/12/2014).

Menurut dia, usia ABG yang mengaku pernah berhubungan intim mulai pelajar SMP sampai SMA. "Kasus terbaru yang kami tangani, ada salah satu anak pernah berhubungan intim bersama 18 orang teman laki-lakinya. Sekarang anaknya hamil. Kira-kira usia kandungannya lima-enam bulan," sebut Nining.

Diterangkan, Dinkes Kota Batu memang belum melakukan penelitian tentang kondisi pergaulan remaja di kota itu. Tapi dia yakin, semakin majunya sebuah kota, pasti akan membawa dampak negatif pada sisi kehidupan masyarakatnya.

"Coba anda lihat sekarang gaya hidup remaja di Kota Batu. Orangtuanya banting tulang bertani, mencari rumput untuk sapi perahnya, dan ada yang berdagang ke pasar. Di rumah, anak-anaknya bergaya hidup glamor, sering pergi ke mall, makan-makanan cepat saji, sering keluar rumah sekedar ngopi ditepi jalan. Berpakaian modis, rok dan celana pendek," urai Nining.

Dilihat dari luar, kondisi psikologi penduduk Kota Batu seperti air dalam kolam. Terlihat tenang, dan tidak ada persoalan sosial. Padahal hal itu hanya kamuflase belaka. Orangtua yang kurang memperhatikan pergaulan anaknya, akhirnya terjebak.

"Pernah ada seorang ibu bersama anaknya konsultasi ke tempat kami. Ibunya mengatakan setiap akhir bulan anaknya selalu marah-marah. Saudaranya, teman-temannya jadi sasarannya. Setelah kami dekati, si anak itu mengaku sudah ketagihan berhubungan badan. Karena sejak Kelas 1 SMP, sudah melakukan pergaulan bebas," ungkap Nining.

Menurut Nining, yang dikhawatirkan, pergaulan bebas itu bisa menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Lalu berlanjut pada terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.

"Kalau yang hamil, kita telusuri siapa laki-lakinya. Justru yang tidak hamil ini yang membahayakan. Mereka bisa terkena HIV/AIDS," sebut Nining.

Fenomena lain yang perlu dicermati masyarakat kota ini adalah gigolo. Kata Nining, gigolo di Kota Batu bukan melayani tante-tante saja, tapi menjurus kepada homo seksual.

"Ada filosi barat menyatakan, setiap ada urbanisasi dari desa ke kota. Pasti mengorbankan satu generasi. Yaitu ditandai dengan pergaulan bebas," sebut Nining.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, pendidikan seksual bagi anak usia dini sangat penting. Karena saat ini siswa Kelas 6 SD sudah menstrubasi. Sehingga perlu gerakan menyelamatkan generasi muda dari seks bebas.

"Kami mendukung langkah dinkes bila ingin memberikan pendidikan seks usia dini. Tentunya, mata pelajarannya disesuaikan dengan usia anak-anak. Tujuannya supaya mereka paham tentang bahayanya seks bebas. Karena bisa menyebabkan terjangkit HIV/AIDS," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pesta Seks Tukar Pasangan...
Pesta Seks Tukar Pasangan yang Digelar Pasutri di Jakarta dan Bali Berlangsung 10 Kali
Edan! Liburan Ini Tawarkan...
Edan! Liburan Ini Tawarkan Seks Tanpa Batas dengan 100 Pelacur
3 Dampak Buruk Seks...
3 Dampak Buruk Seks Bebas, Nomor Terakhir Tak Disangka
Bebas Sakit, 3 Posisi...
Bebas Sakit, 3 Posisi Seks Ini Bikin Puas dan Ketagihan
Penyesalan Tyson Fury:...
Penyesalan Tyson Fury: Tiduri 500 Wanita, Hubungan Intim sebelum Nikah
10 Negara dengan Penduduk...
10 Negara dengan Penduduk Paling Banyak Lakukan Seks Bebas: Turki Nomor Wahid
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved