SMP Ambruk Akibat Lemahnya Pengawasan pada Aset
Sabtu, 29 November 2014 - 19:58 WIB
SMP Ambruk Akibat Lemahnya Pengawasan pada Aset
A
A
A
SAMPANG - Musibah ambruknya atap gedung SMPN 1 Sampang, Madura, Jawa Timur, yang menimpa belasan siswa karena terjadi saat jam pelajaran, menimbulkan reaksi dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari LSM Madura Development Watch (MCW).
MCW menuding ambruknya gedung sekolah ini lantaran lemahnya pengawasan terhadap aset daerah dari pemkab setempat.
Seandainya pengawasan tidak lemah, kasus ambruknya gedung sekolah dipastikan tidak akan terjadi.
Sebab, sebelum gedung ambruk bisa segera diperbaiki, sehingga tidak sampai ada musibah sekolah ambruk yang menelan belasan korban siswa terluka. Pemkab harus bertanggung jawab atas adanya peristiwa tersebut.
"Ambruknya gedung sekolah ini merupakan cermin lemahnya pengawasan dari pemkab terhadap aset daerah, dalam hal ini Dispendaloka dan Disdik (dinas pendidikan)," ungkap Direktur MDW, Tamsul, Sabtu (29/11/2014).
Menurut Tamsul, kedua lembaga itu harus bertanggung jawab. Karena, akibat adanya musibah tersebut menelan belasan siswa terluka. Bahkan, dirinya menantang pemkab untuk membedah anggaran pemeliharaan.
"Mari kita sama-sama bedah anggaran pemeliharaan pertahunnya terhadap sekolah yang terkenal bonafit di Sampang. Semoga tidak ada penyimpangan," paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Sekolah-sekolah yang sudah berusia tua dan kondisinya telah rapuh harus segera direnovasi. Sehingga tidak sampai ambruk dan jatuh korban.
MCW menuding ambruknya gedung sekolah ini lantaran lemahnya pengawasan terhadap aset daerah dari pemkab setempat.
Seandainya pengawasan tidak lemah, kasus ambruknya gedung sekolah dipastikan tidak akan terjadi.
Sebab, sebelum gedung ambruk bisa segera diperbaiki, sehingga tidak sampai ada musibah sekolah ambruk yang menelan belasan korban siswa terluka. Pemkab harus bertanggung jawab atas adanya peristiwa tersebut.
"Ambruknya gedung sekolah ini merupakan cermin lemahnya pengawasan dari pemkab terhadap aset daerah, dalam hal ini Dispendaloka dan Disdik (dinas pendidikan)," ungkap Direktur MDW, Tamsul, Sabtu (29/11/2014).
Menurut Tamsul, kedua lembaga itu harus bertanggung jawab. Karena, akibat adanya musibah tersebut menelan belasan siswa terluka. Bahkan, dirinya menantang pemkab untuk membedah anggaran pemeliharaan.
"Mari kita sama-sama bedah anggaran pemeliharaan pertahunnya terhadap sekolah yang terkenal bonafit di Sampang. Semoga tidak ada penyimpangan," paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Sekolah-sekolah yang sudah berusia tua dan kondisinya telah rapuh harus segera direnovasi. Sehingga tidak sampai ambruk dan jatuh korban.
(sms)