Orangtua Korban Kekerasan di Panti Asuhan CK Belum Melapor

Sabtu, 29 November 2014 - 19:02 WIB
Orangtua Korban Kekerasan...
Orangtua Korban Kekerasan di Panti Asuhan CK Belum Melapor
A A A
PALEMBANG - Kasus kekerasan anak dibawah umur yang terjadi di Panti Asuhan Cahaya Kemuning (CK) hingga saat ini proses hukumnya masih tertahan karena orangtuanya belum melapor ke Polisi.

Dikarenakan tidak semua korban (orangtua anak) berani melangkah ke ranah hukum dengan alasan rendahnya tingkat pendidikan dan faktor ekonomi.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Palembang Adi Sangadi menyatakan, pihaknya tidak bisa memaksa orangtua korban untuk membuat laporan apabila para korban takut melapor.

“Ketiga anak panti DM (10), DN (10) dan KP (12), sementara waktu kami titipkan ke panti asuhan di daerah KM 5. Sementara waktu saya menunggu kedatangan kedua orangtuanya dari Baturaja. Saya pun tidak bisa memaksakan untuk membuat laporan karena orangtua mereka yang harus melaporkan kasus tersebut,”kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Palembang Adi Sangadi.

Adi menjelaskan, ketiga anak-anak tersebut dititipkan kepada panti asuhan disebabkan faktor ekonomi. Selain itu, ada juga karena orangtua anak cerai dan kedua orangtuanya tidak ingin mengurus anak-anak mereka.

“Ada orangtuanya cerai dan mereka menikah lagi, anaknya dititipkan kepanti asuhan tersebut. Ada yang tidak punya uang lagi karena faktor ekonomi. Mereka-mereka ini, sangat sulit sekali kalau berurusan dengan hukum,” ungkapnya.

Kendati demikian KPAID berjanji akan memberikan konsultasi di bidang hukum kepada orangtua korban. Adi juga menegaskan, apabila masih tetap orangtua korban tidak bersedia terpaksa proses hukum tersebut dibatalkan atas kemauan orangtua korban.

“Secara fisik kekerasan yang dialami ketiga korban tidak terlihat dengan kasat mata. Sebab beberapa hari kejadiannya mereka bertiga baru kabur dari panti. Jadi bekas dan sebagainya telah hilang. Namun kekerasan secara fisikis masih dialami ketiga anak-anak itu. Kami juga tidak bisa membuat laporan apabila orangtua korban tidak ingin memperpanjang persoalan ini,” paparnya.

KPAID pun tidak putus asa dengan tetap menjalankan programnya melakukan sidak di setiap panti asuhan di Palembang.

Hal tersebut dilakukan agar kasus serupa tidak akan terjadi lagi. “Kami tetap akan melakukan sidak dan memberikan pengarahan kepada pengelola panti asuhan,”pungkasnya.

Saat dikonfirmasi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang Iptu Imelda Rachmat menjelaskan, ketiga bocah panti asuhan tersebut memang telah diterima oleh pihaknya di Mapolresta Palembang, Jumat, kemarin. Namun, pihaknya langsung menyerahkannya ke KPAID untuk ditindak lanjuti terlebih dahulu.

“Kami serahkan ke KPAID hingga sekarang belum ada laporan tentang kasus tersebut ke kami,”ujar Imelda, melalui telepon pribadinya, Sabtu, (29/11/2014).

Imelda menyatakan, penyidik bisa memproses apabila pihak wali yakni orangtua memberikan keterangan laporan secara resmi. Atau orangtua mau melapor secara sadar dan dikuasakan kepada KPAID sebagai pihak ketiga.

“Hingga sekarang kami tunggu dari orangtua korban untuk melaporkan kasus tersebut. Tetapi belum ada laporannya ke polisi,” pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
58 menit yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
2 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
3 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
4 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
4 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved