Waspadai Pencurian Ikan oleh Nelayan Asing

Sabtu, 29 November 2014 - 11:01 WIB
Waspadai Pencurian Ikan...
Waspadai Pencurian Ikan oleh Nelayan Asing
A A A
CIREBON - Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jabar mewaspadai aksi pencurian ikan oleh nelayan ataupun kapal asing di wilayah perairan Jabar, termasuk perairan Cirebon.

Sayangnya, kuantitas per sonel maupun armada Polairud hingga kini masih kurang. Wakil Direktur Polairud Polda Jabar AKBP Urip Wibowo meng ungkapkan, saat ini kekuatan personel tak lebih dari 200 orang. “Fasilitasnya pun ma sih minim, seperti di Cirebon, Pangandaran, Palabuhanratu, dan perairan lain,” katanya usai tabur bunga HUT Ke-64 Polairud Polda Jabar di Pelabuhan Cirebon, kemarin.

Idealnya, satu perwira memegang kendali satu kapal sebagai komandan. Namun, kenyataannya hal itu tak bisa dilakukan mengingat jumlah perwira lebih sedikit dibandingkan bintara. Sehingga, lanjut dia, bintara pun terpaksa mengomandani kapal. Meski setidaknya hingga setahun terakhir ini belum ditemukan kasus pencurian ikan, khususnya di wilayah perairan Cirebon, kewaspadaan tetap jadi prioritas pihaknya.

Diwilayah perairan Cirebon, kasus yang lebih banyak terjadi adalah kecelakaan kapal. Dalam satu bulan terakhir, setidaknya terjadi tiga kali kecelakaan kapal di laut. Hanya, dia menjelaskan, faktor penyebab kecelakaan didominasi human error. Selain kecelakaan kapal, problem lain yang kerap terjadi di wilayah perairan Cirebon adalah tawuran antarnelayan. “Biasanya terjadi karena nelayan rebutan jaring,” tambahnya.

Sementara itu, prosesi tabur bunga yang dilakukan sebagai bentuk peringatan HUT Ke-64 Polairud bermakna mengenang para pendahulu yang gugur di lautan. Prosesi semacam itu, kata dia, dilaksanakan rutin setiap tahun pada momentum yang sama. Dia mengingatkan, tak sedikit pejuang yang gugur dilautan. Perjuangan di tengah laut memiliki andil sama besar dengan perjuangan yang dilakukan di darat maupun udara.

Prosesi tabur bunga dilakukan jajaran Dirpolairud Polda Jabar sejauh lima mil dari pantai Cirebon. Selain melibatkan, satu kapal pemburu kegiatan itu, juga dikawal helikopter jenis NBO keluaran 1984 yang diawaki Kapten Polisi Ali Hasbi.

Sementara itu, seorang nelayan asal Cirebon, Arif, 43, mengaku, keberadaan Polairud sejauh ini telah cukup membuat nyaman. “Kalau ada apa-apa, setidaknya kami merasa aman, mereka punya perlengkapan yang memungkinkan untuk mengamankan perairan,” pungkasnya.

Erika Lia
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved