Butuh Arahan Pembina

Kamis, 27 November 2014 - 13:03 WIB
Butuh Arahan Pembina
Butuh Arahan Pembina
A A A
PALEMBANG - Pembina Sriwijaya FC (SFC) Alex Nordin, diminta turun langsung menghentikan perang dingin yang terjadi antarkomunitas suporter. Jangan sampai ulah buruk pendukung setia itu, berlanjut hingga musim depan.

“Kalau hanya manajemen atau polisi, tidak akan selesai. Suporter tidak akan bersatu. Kami ingin Pembina SFC Gubernur Alex Noerdin, harus turun ikut mempersatukan suporter. Kami yakin seluruh suporter akan mendengarkan apa katakata beliau,” kata Ketua Sriwijaya Mania Hooligan Eddy Ismail. Eddy menceritakan, bentrok suporter di tubuh pendukung setia Laskar Wong Kitotelah terjadi selama bertahun-tahun.

Bahkan, kadang menelan korban jiwa sesaat menyaksikan laga home SFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, akhir-akhir ini. “Kami sudah capek harus bentrok dan sangat ingin bersatu. Harapan kami Bapak Alex Noerdin menjadi jembatan antara suporter. Karena semua perkataan manajemen dan polisi juga tidak pernah didengar. Mungkin hanya pembina klub yang bisa membuat kami semua tenang dan dapat rukun,” ujar Eddy.

Pada 11 Oktober 2012 silam, Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting pernah membekukan suporter SFC, lantaran bentrok suporter tidak pernah berhenti. Karena gerah tidak bisa mendukung SFC bertanding, pada 12 Mei 2013 para kelompok suporter sepakat berdamai. Setelah adanya deklarasi perdamaian, polisi dan manajemen lantas mencabut pembekuan tersebut.

Ternyata deklarasi perdamaian antarsuporter itu hanya berlaku di atas kertas, karena sampai saat ini bentrok suporter terus terjadi. Tidak menutup kemungkinan saat kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 nanti bergulir, bentrok tersebut tetap ada.

“Bentrok suporter sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya penonton yang ingin menyaksikan pertandingan sepak bola. Kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas apabila itu terjadi di kompetisi musim depan,” kata Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Tulus Sinaga.

Tulus menjelaskan, bagi para suporter yang terbukti membawa senjata tajam diproses berdasarkan Undang- Undang (UU Darurat No. 12 Tahun 1951). Kemudian bagi suporter yang kedapatan melakukan penganiayaan tergolong kriminal murni, diancam undang-undang (KUH Pidana).

“Kecil atau besar, apakah oknum itu SD, SMP ataupun SMA, apabila terbukti bersalah, kami tidak segansegan melakukan tindakan hukum,” pungkasnya.

Muhammad Moeslim
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
34 menit yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
1 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
4 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved