Sejumlah Langkah Komnas HAM Atasi Bentrok TNI-Polri di Batam
Selasa, 25 November 2014 - 14:49 WIB
Sejumlah Langkah Komnas HAM Atasi Bentrok TNI-Polri di Batam
A
A
A
BATAM - Bentrok anggota Yonif 134 Tuah Sakti dengan Brimob Polda Kepri pada Rabu (19/11/2014), membuat Komnas HAM turun tangan untuk mengatasi masalah kedua institusi tersebut.
Langkah pertama yang diambil adalah melihat langsung tempat kejadian perkara dan mencari fakta-fakta di lapangan, hari ini.
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan, peninjauan ini untuk melihat hasil penyelidikan dari internal TNI-Polri secara objektif dan transparan.
"Kita (Komnas HAM) ikut turun tangan untuk melihat dan memantau hasil penyelidikan dari internal TNI-Polri. Lalu, mencari jalan keluar terbaik untuk bisa menciptakan suasana aman dan tenteram di tengah masyarakat. Yang paling penting adalah menciptakan keharmonisan kedua institusi yang abadi," kata Natalius kepada awak media di Mako Brimob Polda Kepri, Selasa (25/11/2014) siang.
"Kita sudah bertemu dengan Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari dan sudah menjelaskan semua kronologi serta apa yang dilihat dan dirasakan. Dan barusan Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Tory Kristianto, dan sebentar lagi akan bertemu Danyon, Danrem kemudian dengan warga yang menjadi korban," katanya lagi.
Hasil dari tinjauan ini nantinya disampaikan kepada Mabes TNI-Polri. Komnas HAM juga akan memberikan rekomendasi resmi kepada Menko Polhukam.
"Biar mereka yang nanti mengambil keputusan yang baik agar bisa menjaga keharmonisan dan keamanan," kata Natalius.
Langkah pertama yang diambil adalah melihat langsung tempat kejadian perkara dan mencari fakta-fakta di lapangan, hari ini.
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan, peninjauan ini untuk melihat hasil penyelidikan dari internal TNI-Polri secara objektif dan transparan.
"Kita (Komnas HAM) ikut turun tangan untuk melihat dan memantau hasil penyelidikan dari internal TNI-Polri. Lalu, mencari jalan keluar terbaik untuk bisa menciptakan suasana aman dan tenteram di tengah masyarakat. Yang paling penting adalah menciptakan keharmonisan kedua institusi yang abadi," kata Natalius kepada awak media di Mako Brimob Polda Kepri, Selasa (25/11/2014) siang.
"Kita sudah bertemu dengan Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari dan sudah menjelaskan semua kronologi serta apa yang dilihat dan dirasakan. Dan barusan Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Tory Kristianto, dan sebentar lagi akan bertemu Danyon, Danrem kemudian dengan warga yang menjadi korban," katanya lagi.
Hasil dari tinjauan ini nantinya disampaikan kepada Mabes TNI-Polri. Komnas HAM juga akan memberikan rekomendasi resmi kepada Menko Polhukam.
"Biar mereka yang nanti mengambil keputusan yang baik agar bisa menjaga keharmonisan dan keamanan," kata Natalius.
(zik)