Rajab Lubis Didakwa Terima Suap Rp300 Juta

Selasa, 25 November 2014 - 12:11 WIB
Rajab Lubis Didakwa...
Rajab Lubis Didakwa Terima Suap Rp300 Juta
A A A
MEDAN - Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemko Medan, Rajab Lubis, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen menerima suap Rp300 juta dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2012.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, disebutkan Eva Yunisman selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) juga menerima suap Rp240 juta, dan Zakaria Harahap selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) menerima suap sebesar Rp60 juta.

"Ketiga terdakwa menerima suap dengan jumlah Rp600 juta dari sekolah-sekolah penerima DAK tahun 2012. Uang itu dibagi- bagi dengan rincian, terdakwa Rajab Lubis mendapat Rp300 juta; terdakwa Eva Rp240 juta; dan terdakwa Zakaria mendapat Rp60 juta,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Nelson Japasar Marbun di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (24/11).

JPU dari Kejati Sumut ini menjelaskan, pada 2012, Dinas Pendidikan Kota Medan mendapatkan DAK bidang Pendidikan yang bersumber dari APBD Pemko Medan sebesar Rp34.866.350.000. Dana ini untuk sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Medan. Selanjutnya, kata Netty, dianggarkan dana pendamping DAK dan biaya operasional pengelolaan DAK bidang pendidikan untuk Medan sebesar Rp4,6 miliar.

Sebelum pelaksanaan rehabilitasi, dibentuklah panitia pelaksana rehabilitasi. Terhadap pelaksanaan DAK tersebut, kepada setiap sekolah penerima DAK diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban setelah penggunaan dana selesai. “Ketiga terdakwa pun bersepakat memaksa para kepala sekolah penerima DAK memberikan uang agar DAK tersebut bisa dicairkan,” kata jaksa.

Pemaksaan itu, kata Netty, dilakukan para terdakwa dengan cara, bila para kepala sekolah penerima DAK tidak mau memberi uang, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana DAK nya tidak akan diterima. "Terdakwa Rajab Lubis menyuruh Eva meminta sama kepala sekolah penerima DAK sebesar 10% dari dana yang diterima setiap sekolah. Bila tidak mau memberi uang, DAK tidak akan diproses dan diterima,” jelas jaksa.

Ketiga terdakwa pun meminta uang itu kepada setiap kepala sekolah, terdiri dari 27 sekolah dasar dan 14 kepala sekolah menengah pertama. Namun, tidak semua kepala sekolah penerima DAK memberikannya.

Panggabean Hasibuan
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
15 menit yang lalu
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
1 jam yang lalu
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
2 jam yang lalu
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
2 jam yang lalu
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
3 jam yang lalu
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kolonel Terima Tanda...
5 Kolonel Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved