Santri Pesantren Ali Maksum Dianiaya Senior

Sabtu, 22 November 2014 - 22:22 WIB
Santri Pesantren Ali...
Santri Pesantren Ali Maksum Dianiaya Senior
A A A
YOGYAKARTA - Seorang pelajar SMP di Pondok Pesantren Yayasan Ali Maksum Krapyak, berinisial RNW (13), dianiaya pelajar seniornya hingga mengalami luka-luka di wajah. Tak terima, orangtua siswa kelas VIII itu pun melapor ke polisi.

"Dia sudah dua kali mendapat penganiayaan, pada tanggal 9 dan 19 November 2014. Kejadiannya saat RNW sedang membersihkan kamar di Asrama Ali Maksum di Jalan Cewirin Jogokaryan, Mantrijeron, Yogyakarta," kata Purwanto, ayah korban, Sabtu (22/11/2014).

Ditambahkan dia, di dalam asrama banyak baju kotor. Lalu baju itu dia rapikan, dan dimasukkan ke dalam lemari. Akan tetapi, kakak kelasnya berinisial B, tiba-tiba menuduh dia menyembunyikan bajunya. Tak hanya itu, B juga memukulnya.

"Peristiwa itu diketahui oleh pengurus pondok. Kemudian pengurus pondok menghukum B dan memulangkannya sementara ke rumahnya di Jakarta," sambung warga Grobogan, Jawa Tengah ini.

Namun selang 10 hari kemudian, atau pada Rabu 19 November 2014 malam, RNW kembali mengalami penganiayaan. Pelakunya adalah teman-teman B yang diduga tidak terima temannya itu dihukum.

"Pelakunya empat orang dari Kelas IX, mereka memukul dan menendang wajah, dada, dan paha anak saya," jelasnya.

Setelah penganiayaan yang kedua ini, RNW merasa tidak betah lagi mondok. Dia kemudian mengadu kepada orangtuanya, tapi saat itu masih menyembunyikan peristiwa penganiayaan yang dialaminya itu.

"Anak saya mengaku kedua matanya bengkak akibat disengat tawon. Tapi saya tidak percaya dan menanyakan langsung ke pengurus pondok. Mereka bilang anak saya dipukuli kakak kelasnya," imbuhnya.

Purwanto dan istrinya Lestari, lantas membawa putra bungsunya itu ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Berbekal surat keterangan dokter, Purwanto melapor ke polisi. "Kami harap peristiwa ini bisa jadi pelajaran," tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Dodo Hendro Kusumo mengatakan, karena korban dan terlapor masih di bawah umur, polisi berupaya melakukan mediasi terlebih dahulu.

"Saat ini baru memperoleh keterangan dari korban. Proses mediasi, nanti kami juga akan minta keterangan dari saksi-saksi dan terlapor," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Ali Khamenei: Pelaku...
Ali Khamenei: Pelaku Peracunan Siswi Harus Dihukum Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved