3 Hari Gunungkidul-Yogya PP Satu Tabung

Jum'at, 21 November 2014 - 17:19 WIB
3 Hari Gunungkidul-Yogya...
3 Hari Gunungkidul-Yogya PP Satu Tabung
A A A
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengerek biaya transportasi mahal, itu pasti! Tapi di tangan Anjar Nugroho, 33, dampak kenaikan harga BBM untuk transportasi tidak dirasakan sama sekali. Warga Dusun Tumpak, Desa Ngawu, Kecamatan Playen ini memodifikasi sepeda motor yang digunakan untuk nglajo dari rumahnya menuju tempat kerja di Kota Yogyakarta.

Modifikasi yang dimaksud adalah mengonversi penggunaan premium ke elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang masih disubsidi pemerintah. Hebatnya lagi, karyanya tersebut hasil kombinasi dari sejumlah barang bekas. Pria jebolan SMK 45 Wonosari ini mengaku cukup terbantu dengan peralatan yang semuanya dari barang bekas tersebut “Satu tabung bisa untuk tiga kali perjalanan pulang pergi rumah sampai tempat kerja,” tuturnya kepada KORAN SINDO YOGYA, kemarin.

Dia juga tidak khawatir kehabisan elpiji di tengah perjalanan. Selain ada indikator kecepatan yang menurun, fungsi karburator kendaraan juga tetap digunakan. “Jadi kalau habis di jalan, tinggal menutup keran dan membuka keran premium, maka bisa berjalan normal dengan premium,” papar Anjar sambil menunjukkan peralatan sederhananya.

Dia menambahkan apa yang dilakoninya masih eksperimen. Sebab, Anjar masih membutuhkan beberapa dukungan, terutama peruntukan elpiji ukuran 3 kg. “Harapan saya, ada kebijakan sehingga penggunaan elpiji 3 kg ini tidak melanggar,” ucapnya polos. Menurut Anjar, untuk membuat peralatan sederhana ini hanya merogoh kantong Rp25.000. Biaya untuk peralatan di luar tabung elpiji yang digunakan.

“Karena ini masih sederhana dan belum standar, masih murah,” katanya. Dia berharap bisa membuat kreasi aluminium cor sehingga konverter yang dibuatnya lebih rapat. Saat ini modifikasi dilakukan dengan menggunakan pipa dan bekas botol minyak rambut. “Alat ini sangat murah. Kalau menggunakan premium, sehari saya membutuhkan uang Rp17.000 ke tempat kerja di Yogyakarta.

Namun dengan elpiji, saya hemat Rp34.000 dalam tiga hari(pergi-pulang/PP). Sekarang tinggal regulasi berpihak pada rakyat kecil seperti saya atau tidak,” bebernya. Sementara Teguh, salah satu kerabat Anjar mengakui kepiawaian rekannya tersebut dalam utak-atik teknologi. “Sebelum kenaikan BBM, hal ini sudah diujicobakan di dua motornya, semua berhasil,” katanya. Yang menjadikan penggunaan elpiji ini lebih aman daripada kompor adalah tekanan gas yang dibuat rendah. Dengan begitu, tidak ada tekanan udara dari elpiji ke selang yang berlebihan. “Terlebih lagi, kecepatan motor juga konstan dan mesin tetap dingin,” ujar Teguh.

Suharjono
Gunungkidul
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
4 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
5 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
7 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
8 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved