Kegiatan Eskul Hipnoterapy di SMPN 8 Dihentikan

Jum'at, 21 November 2014 - 01:00 WIB
Kegiatan Eskul Hipnoterapy...
Kegiatan Eskul Hipnoterapy di SMPN 8 Dihentikan
A A A
PASURUAN - Kegiatan ekstra kulikuler (Eskul) hipnoterapy yang berujung dugaan tindak pencabulan ketua komite terhadap siswi SMPN 8 Kota Pasuruan, akhirnya dihentikan.

Dari hasil evaluasi, hipnoterapy ini ternyata tidak membawa dampak positif terhadap siswi yang dianggap melanggar tata tertib sekolah.

"Kami sudah menghentikan kegiatan hipnoterarpy untuk anak-anak yang galau. Karena para siswi tidak berubah perilakunya. Bahkan mereka sudah menghipnotis teman-temannya dengan menyuruhkan menyapu lapangan sekolah," kata Kepala SMPN 8, Sri Rahayu Ningsih.

Menurutnya, kegiatan hipnoterapy yang telah dilakukan sejak tiga tahun lalu ini merupakan hasil kreatifitas sekolah untuk membimbing anak didik yang dianggap galau.

Pada awalnya, hipnoterapy ini ditangani oleh ahli yang berasal dari lembaga di Sidoarjo. Pada tahun ini, pihak sekolah mempercayakan kepada Bambang Hariyadi, ketua komite yang dianggap memiliki ilmu hipnotis tersebut.

"Tindakan pencabulan itu tidak pernah terjadi. Karena selama proses hipnoterapy selalu didampingi guru bidang kesiswaan. Ancaman drop out juga tidak pernah ada. Sebaliknya, kami justru meminta anak-anak giat belajar karena ujian nasional sudah dekat," tandas Rahayu.

Dia berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang wali murid untuk berbicara dari hati ke hati. Karena yang terpenting adalah proses belajar mengajar disekolah tidak terganggu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Suhariyanto, menyatakan, bahwa peristiwa ini hendaknya dijadikan pelajaran berharga bagi semua sekolah.

Bahwa untuk melakukan kegiatan tambahan yang melibatkan pihak ketiga, hendaknya dilakukan dengan baik dan pengawasan dari guru.

Proses penyegaran fikiran menjelang UN, hendaknya dilakukan dengan kegiatan yang rasional dan dilakukan secara bersamaan.

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tapi tidak menutup kemungkinan, ada penyelesaian dengan cara kekekuargaan. Karena ini masih berada dalam lingkungan pendidikan," kata Suhariyanto.
(sms)
Berita Terkait
Hipnotis Pedagang HP,...
Hipnotis Pedagang HP, Dua WNA Bersaudara Babak Belur Dihajar Warga di Bekasi
Pelaku Hipnotis di Makassar...
Pelaku Hipnotis di Makassar Diringkus Usai 10 Bulan Jadi DPO
Driver Ojol Dihipnotis,...
Driver Ojol Dihipnotis, Motor Dibawa Kabur Sepasang Pria
Cerita Driver Ojol Dihipnotis:...
Cerita Driver Ojol Dihipnotis: Disuruh Beli Silet lalu Dimasukkan ke Dompet
Special Report iNews...
Special Report iNews Kamis Pukul 15.30: Hipnosis Modus Data Bansos
Petugas SPBU di Kalideres...
Petugas SPBU di Kalideres Jadi Korban Hipnotis, Puluhan Juta Raib Dibawa Pelaku
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
4 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
9 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
9 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
9 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved