IST Akprind Bantu Pengolahan Limbah Batik

Rabu, 19 November 2014 - 14:14 WIB
IST Akprind Bantu Pengolahan...
IST Akprind Bantu Pengolahan Limbah Batik
A A A
KULONPROGO - Institus Saint dan Teknologi (IST) Akprind Yogyakarta mengembangkan metode pengolahan limbah batik di Gulurejo, Kecamatan Lendah Kulonprogo.

Menggunakan sistem elektrokoagulan, limbah batik ini diolah menggunakan bak, sampai menghasilkan air yang jernih dan siap minum. “Kami ingin mengabdi di masyarakat, karena itu kami bantu pengolahan limbah batik di Lendah ini,” kata Rektor IST Akprind Sudarsono disela penyerahan dan penandatanganan kerja sama pengolahan limbah batik di Farras Batik, kemarin.

Alat pengolahan limbah yang ada, diharapkan bisa dimanfaatkan para perajin batik. Mereka bisa membuang limbah dan melakukan pengolahan secara bersama. Sehingga aspek kemanfaatan kepada masyarakat bisa maksimal. Dana pembangunan alat pengolahan sendiri berasal dari Kopertis melalui kerjasama Iptek bagi Masyarakat (IbM) sebanyak Rp47 juta. Awalnya pengolahan ini bisa dilakukan secara mobile.

Namun karena pertimbangan dan efektivitas, akhirnya dibuat permanen di Farras Batik. “Air yang dihasilkan dari limbah ini nanti sudah bersih dan siap untuk dikonsumsi,” ujarnya. Tim IbM IST Akprint Yuli Pratiwi mengatakan pengolahan limbah ini menggunakan sistem elektrokoagulan yakni ada elemen katoda dan anoda yang siap menangkap limbahlimbah logam berat untuk diendapkan. Air yang diolah ini kemudian dilewatkan melalui bak filtrasi berupa pasir dan split.

“Endapan limbah ini akan dimanfaatkan, mungkin untuk bahan batako,” katanya. Selain pengolahan, melalui program ini nanti juga akan dikembangkan penelitian oleh para mahasiswa. Mereka akan melakukan penelitian untuk bisa memanfaatkan limbah. Seperti di lumpur Lapindo yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuat batako. Pemilik Farras Batik Umbuk Haryanto mengaku senang dengan adanya program pengolahan limbah oleh IST Akprind.

Selama ini pengolahan yang ada baru menggunakan model bakbak yang diberikan oksigen. Dengan alat baru ini, diharapkan bisa menghasilkan limbah yang lebih ramah lingkungan. “Kami sangat terbantu dengan alat ini, dan bias menghindari pencemaran,” tandasnya.

Kuntadi
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
10 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
19 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved