SMAN 5 Purworejo Sabet Empat Trofi

Jum'at, 14 November 2014 - 02:15 WIB
SMAN 5 Purworejo Sabet...
SMAN 5 Purworejo Sabet Empat Trofi
A A A
YOGYAKARTA - Rona bahagia terpancar dari tim SMAN 5 Purworejo. Bagaimana tidak, empat trofi bergengsi kategori pelajar dalam kompetisi Pekan Festival Film Yogyakarta 2014 disabet oleh tim dari sekolah tersebut.

Keempat prestasi itu yang diraih adalah Pengarah Sinematografi Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.

”Tentu kami senang sekali, dari sekolah yang ada di kota kecil dan pelosok desa seperti kami bisa dapat empat nominasi di festival ini,” ujar Ketua Tim SMAN 5 Purworejo Novis Kurniawan kepada wartawan seusai menerima penghargaan, Rabu (12/11/2014).

Dengan bermodalkan biaya sebesar Rp500.000, siswa yang tergabung dalam klub sekolah My Picture ini berpuas diri meski hanya menyajikan film pendek yang berdurasi sepuluh menit.

Terbukti, mereka mampu meraih penghargaan tersebut tanpa disangka-sangka. Tim ini dinilai mampu menghadirkan cerita yang terkait erat dengan tema keluarga.

Bahkan, tidak sedikit yang merasa terharu, mengingat cerita yang diangkat dalam film berjudul Kayu Rantai Terkunci ini mengisahkan tentang manusia yang terbelenggu oleh pasung dan menjadi gila karena kehilangan saudara terkasih.

"Ide cerita ini diangkat karena banyak mendengar berita tentang orang yang dipasung jadi gila. Berawal dari situ, lalu kami kembangkan jadi film pendek berdurasi sepuluh menit," tandas Novis.

Dia mengaku butuh persiapan waktu satu bulan dalam membuat film ini. Kendalanya, kesulitan dalam penyediaan properti dan mencari pemain.

Ketua Tim Dewan Juri Alexander Lutfi mengatakan, Pekan Festival Film Yogyakarta 2014 selama tiga tahun ini, mengalami peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal itu menunjukkan bahwa para sineas kian serius dalam mengembangkan karya-karyanya.

Sedikitnya. ada 103 peserta yang terdiri dari 53 peserta kategori mahasiswa/umum dan 50 peserta kategori pelajar yang ikut berpartisipasi.

Film-film ini telah diseleksi oleh dewan juri untuk mendapatkan nominasi film terbaik. Adapun penilaian kompetisi ini meliputi tiga aspek, yakni muatan keluarga yang sesuai dengan tema yang diangkat, bentuk film, dan gaya film yang disajikan.

Selain trofi dan piala, diberikan pula uang pembinaan kepada para pemenang dengan total mencapai Rp 80 juta.
(lis)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
11 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
21 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
30 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved