Tingkatkan Skill, TRC BPBD Dilatih Water Rescue

Jum'at, 07 November 2014 - 17:54 WIB
Tingkatkan Skill, TRC...
Tingkatkan Skill, TRC BPBD Dilatih Water Rescue
A A A
GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus berusaha meningkatkan keahlian mengevakuasi korban bencana. Kemarin, sebanyak 30 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gu nungkidul mendapatkan pelatihan water rescue atau penyelamatan korban di air.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunung kidul Sutaryono meng ung kapkan, selama ini penanganan kor ban masih pada korban bencana darat, sedangkan korban di air masih perlu pelatihan. "Ha ri ini semua anggota TRC kami latih untuk evakuasi korban di air atau water rescue," ucapnya di sela-sela pelatihan, kemarin.

Dijelaskannya, dalam pelatihan ini pihaknya sengaja meng gunakan Sungai Oya, tepatnya di bawah Jembatan Bunder Patuk. Perahu karet pun digu nakan untuk pelatihan ini. Pelatihan evakuasi, pihaknya se ngaja mendatangkan tim SAR Pantai Baron yang sudah memiliki pengalaman dalam eva kuasi korban laka laut. “Dua instruktur yang kami ambil semua dari SAR Baron,” katanya.

Sementara, Koordinator SAR Pantai Baron Marjono selaku instruktur menjelaskan, di pe rlukan keterampilan dan kete patan posisi dalam evakuasi korban di air. Kalau salah posisi, justru berakibat fatal karena bisa sama-sama tenggelam. "Ka lau teori memang sulit, maka kami lakukan sambil praktik," katanya.

Dalam latihan yang dipu satkan di Sungai Oya tersebut, tim di ajak memberikan per to longan pada korban tenggelam. Seorang warga berteriak minta tolong lantaran akan tenggelam. TRC kemudian melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet. Korban berhasil dievakuasi dan diangkat dengan tek nik yang benar yang dipandu dua anggota SAR Baron, Marjono dan Surisdiyanto.

Dalam pelatihan, Marjono kem bali mengingatkan ketika menghadapi situasi korban panik, tim penyelamat diminta mengambil posisi di belakang korban. Jangan sampai korban di bi arkan merangkul karena regu penolong bisa ikut tenggelam. “Pegang tangan korban da ri arah belakang, lalu ambil po sisi terbaik, sehingga korban bisa mengapung. Kami harus tahu teknik penyelamatan korban,” tandasnya.

Suharjono
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
32 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
Studi: Makan setelah...
Studi: Makan setelah Jam 9 Malam Bisa Tingkatkan Risiko Stroke
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved