KPAI Sarankan Sekolah Tiadakan Sanksi untuk Siswa

Rabu, 05 November 2014 - 06:12 WIB
KPAI Sarankan Sekolah...
KPAI Sarankan Sekolah Tiadakan Sanksi untuk Siswa
A A A
JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan sanksi hukuman yang diberlakukan sekolah terhadap anak didik dihilangkan.

Sebab, sanksi yang diberikan dengan mengabaikan perasaan dan pandangan anak hanya akan membuat anak tersebut menjadi cemas melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Susanto menilai, sanksi hukuman dalam dunia pendidikan memiliki konotasi negatif.

Bahkan cenderung dimaknai sebagai pembalasan atas kesalahan yang dilakukan siswa.

"Fatalnya pola punishment sendiri lebih marak ditemukan dibandingkan dengan reward. Dan, penentuan poin berdasarkan tafsir guru itu kurang terukur dan membuat siswa cemas. Maka itu,
punishment di dunia pendidikan harus ditiadakan" ujar Susanto di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 4 November kemarin.

Susanto mengatakan, praktik sanksi hukuman di sekolah masih sering ditemukan. Praktik-praktik tersebut cenderung bermuatan kekerasan dan diskriminatif pada siswa sendiri.

"Sekolah lebih mengedepankan kepentingan institusi daripada kepentingan terbaik bagi anak. Sekolah cenderung menggunakan cara pandang guru dan mengabaikan perasaan dan pandangan anak" katanya.

Susanto menambahkan, dengan meniadakan sanksi hukuman, seorang siswa akan sadar untuk menaati dan menghormati norma dan nilai yang berlaku di sekolah.

"Reward and punishment hanya berhasil membangkitkan motivasi eksternal, dan umumnya gagal mambangkitkan motivasi internal. Padahal dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, dibutuhkan motivasi internal agar para pelajar menjadi pembelajar sejati" tutupnya.
(whb)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
1 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
2 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
2 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
2 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved