3 Hari Tenggelam, Jasad Siswa SD Ditemukan di Cisadane
Senin, 03 November 2014 - 19:39 WIB
3 Hari Tenggelam, Jasad Siswa SD Ditemukan di Cisadane
A
A
A
TANGERANG - Jasad pelajar kelas 3 SD Kota Tangerang, Haidir Seprianto (8), akhirnya ditemukan di Sungai Cisadane hari ini. Padahal, bocah tersebut tenggelam sejak hari Sabtu 1 November 2014 lalu.
Warga Babakan Gang Makam RT03/07 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang itu ditemukan sudah tak bernyawa, di aliran sungai Cisadane, Kota Tangerang oleh tim Tagana dan Kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Tangerang Kota IPTU Yunaedi mengatakan, jasad korban akhirnya ditemukan sore tadi. Namun, Haidir sudah tidak lagi bernyawa dan jasadnya teronggok di pinggir Kali Cisadane di kawasan Gerendeng oleh tim SAR dan warga.
"Tidak ditemukan luka menganga atau lebam di tubuh korban. Pihak keluarga pun memilih langsung memakamkan jasad Haidir," ujarya kepada wartawan di Tangerang, Senin (3/11/2014).
Sebelumnya, Sabtu 1 November 2014 lalu, Haidir bersama empat temannya bermain di tepian sungai Cisadane, kawasan Jalan Kali Pasir, Belakang Masjid Agung, Pasar Lama, Kota Tangerang. Saat itu, Haidir ditemani Rohman, Rohim, Fajar dan Ridwan.
Ketika temannya sedang berenang, Haidir memilih untuk menangkap ikan dari tepian sungai menggunakan serokan. Diduga kuat Haidir terpeleset dan tubuhnya terhempas ke sungai.
"Saya sempat lihat Haidir sedang menangkap ikan di pinggir sungai dan teman-temannya sedang berenang. Saya juga sempat bilang ke anak-anak itu untuk naik dan tidak berenang. Setelah itu saya pergi," kata Nedi, paman korban.
Peristiwa itu sempat disembunyikan oleh rekan-rekannya karena ketakutan dimarahi orang tuanya. Anak-anak itu memilih meninggalkan sungai dan pulang ke rumah masing-masing.
Bahkan pakaian milik korban pun sempat disembunyikan oleh anak-anak tersebut.
"Anak-anak itu bersepakat menjawab bertemu dengan korban sejak pulang dari sekolah, saat ditanya keberadaan Haidir," kata Nedi.
Hanya saja keluarga korban yang panik anaknya tidak kembali hingga sore kembali mendesak anak-anak tersebut. Akhirnya mereka buka mulut setelah tidak bisa mengelak.
Mereka menjelaskan Haidir terpeleset ke sungai. Mereka sudah mencoba menolong namun tidak berhasil karena tubuh Haidir langsung tenggelam ke dasar sungai.
"Setelah didesak baru mereka mengakui. Kata anak-anak itu mereka sudah coba menolong namun, tidak bisa. Tubuh keponakan saya langsung tenggelam ke dasar sungai," jelas Nedi.
Warga Babakan Gang Makam RT03/07 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang itu ditemukan sudah tak bernyawa, di aliran sungai Cisadane, Kota Tangerang oleh tim Tagana dan Kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Tangerang Kota IPTU Yunaedi mengatakan, jasad korban akhirnya ditemukan sore tadi. Namun, Haidir sudah tidak lagi bernyawa dan jasadnya teronggok di pinggir Kali Cisadane di kawasan Gerendeng oleh tim SAR dan warga.
"Tidak ditemukan luka menganga atau lebam di tubuh korban. Pihak keluarga pun memilih langsung memakamkan jasad Haidir," ujarya kepada wartawan di Tangerang, Senin (3/11/2014).
Sebelumnya, Sabtu 1 November 2014 lalu, Haidir bersama empat temannya bermain di tepian sungai Cisadane, kawasan Jalan Kali Pasir, Belakang Masjid Agung, Pasar Lama, Kota Tangerang. Saat itu, Haidir ditemani Rohman, Rohim, Fajar dan Ridwan.
Ketika temannya sedang berenang, Haidir memilih untuk menangkap ikan dari tepian sungai menggunakan serokan. Diduga kuat Haidir terpeleset dan tubuhnya terhempas ke sungai.
"Saya sempat lihat Haidir sedang menangkap ikan di pinggir sungai dan teman-temannya sedang berenang. Saya juga sempat bilang ke anak-anak itu untuk naik dan tidak berenang. Setelah itu saya pergi," kata Nedi, paman korban.
Peristiwa itu sempat disembunyikan oleh rekan-rekannya karena ketakutan dimarahi orang tuanya. Anak-anak itu memilih meninggalkan sungai dan pulang ke rumah masing-masing.
Bahkan pakaian milik korban pun sempat disembunyikan oleh anak-anak tersebut.
"Anak-anak itu bersepakat menjawab bertemu dengan korban sejak pulang dari sekolah, saat ditanya keberadaan Haidir," kata Nedi.
Hanya saja keluarga korban yang panik anaknya tidak kembali hingga sore kembali mendesak anak-anak tersebut. Akhirnya mereka buka mulut setelah tidak bisa mengelak.
Mereka menjelaskan Haidir terpeleset ke sungai. Mereka sudah mencoba menolong namun tidak berhasil karena tubuh Haidir langsung tenggelam ke dasar sungai.
"Setelah didesak baru mereka mengakui. Kata anak-anak itu mereka sudah coba menolong namun, tidak bisa. Tubuh keponakan saya langsung tenggelam ke dasar sungai," jelas Nedi.
(mhd)