Jejak Kartinah, Pembantu Sadis Pembunuh Bocah di Bekasi (Bagian 1)
Selasa, 28 Oktober 2014 - 02:04 WIB
Jejak Kartinah, Pembantu Sadis Pembunuh Bocah di Bekasi (Bagian 1)
A
A
A
BEKASI - Pembantu sadis pembunuh Jason (3,5) warga balita warga Bekasi dikenal sangat temperamental. Hingga kini polisi masih melakukan perburuan hingga ke Jawa Tengah.
Kartinah (23) diduga menjadi pembunuh tunggal balita bernama Mathew Jason Simanjuntak (3,5) pada Selasa 21 Oktober 2014 lalu.
”Keberadaanya sedang kami lacak, pengejaran juga kami lakukan,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo kepada SINDO, Senin (27/10/2014).
Menurutnya, dari keterangan pacar pembantu itu, pelaku diketahui mempunyai tabiat keras dan suka mencakar pacarnya.
Pertengkaran kecil yang terjadi akibat rasa cemburu, kata dia, bisa menjadi pertengkaran besar pasangan tersebut. Bahkan tidak saja adu mulut, tetapi luapan emosi dengan kekerasan fisik dilakukan oleh Kartinah.
”Kemungkinan tabiat yang mendorong pelaku membunuh Jason,” ujarnya.
Siswo mengaku, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi, baik pacar korban maupun nenek korban yang menghadirkan Kartinah sebagai PRT setelah mendapat rekomendasi dari AM.
Keterangan lainya, AM pertama kali bertemu Kartinah di sebuah warung kopi di bilangan Jakarta Pusat.
Pada saat pertemuan pertama kali itu, Kartinah hanya merupakan seorang penjual kopi dan meminta AM untuk mencarikannya pekerjaan.
Menerima keluhan dari pacarnya, AM tergerak hatinya untuk mencari pekerjaan dengan tawaran gaji yang lebih besar daripada menjadi penjual kopi.
(bersambung)
Kartinah (23) diduga menjadi pembunuh tunggal balita bernama Mathew Jason Simanjuntak (3,5) pada Selasa 21 Oktober 2014 lalu.
”Keberadaanya sedang kami lacak, pengejaran juga kami lakukan,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo kepada SINDO, Senin (27/10/2014).
Menurutnya, dari keterangan pacar pembantu itu, pelaku diketahui mempunyai tabiat keras dan suka mencakar pacarnya.
Pertengkaran kecil yang terjadi akibat rasa cemburu, kata dia, bisa menjadi pertengkaran besar pasangan tersebut. Bahkan tidak saja adu mulut, tetapi luapan emosi dengan kekerasan fisik dilakukan oleh Kartinah.
”Kemungkinan tabiat yang mendorong pelaku membunuh Jason,” ujarnya.
Siswo mengaku, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi, baik pacar korban maupun nenek korban yang menghadirkan Kartinah sebagai PRT setelah mendapat rekomendasi dari AM.
Keterangan lainya, AM pertama kali bertemu Kartinah di sebuah warung kopi di bilangan Jakarta Pusat.
Pada saat pertemuan pertama kali itu, Kartinah hanya merupakan seorang penjual kopi dan meminta AM untuk mencarikannya pekerjaan.
Menerima keluhan dari pacarnya, AM tergerak hatinya untuk mencari pekerjaan dengan tawaran gaji yang lebih besar daripada menjadi penjual kopi.
(bersambung)
(ysw)