Semarak Muharam di Surabaya Libatkan 6.000 Siswa

Sabtu, 25 Oktober 2014 - 19:47 WIB
Semarak Muharam di Surabaya...
Semarak Muharam di Surabaya Libatkan 6.000 Siswa
A A A
SURABAYA - Tahun baru Islam 1436 Hijriah disambut suka-cita umat Islam di dunia. Tidak terkecuali di Surabaya. Lewat gelaran Semarak Muharam 1436, sedikitnya 6.000 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat, memadati Taman Surya.

Sebelumnya, mereka sempat pawai menyusuri jalanan kota. Pakaian yang mereka kenakan cukup menyita perhatian pengguna jalan. Bukan saja pakaian gamis, namun juga baju lurik, pakaian khas Jawa Tengah.

Nuansa Jawa cukup kental ditampilkan, lantaran 1 Muharam oleh orang Jawa disebut pula 1 Suro yang kendal dengan budaya Jawa. Sampai digaris akhir pawai, yakni di Taman Surya, para pelajar istirahat.

Saat tengah beristirahat inilah, dari mereka ada yang menampilkan prestasi di bidang seni dan lainnya. Seperti ditunjukan oleh Luthfiyah Nur, siswi SMP Al Khoiriyah ini misalnya.

Juara lomba baca Alquran tingkat nasional kategori siswa SMP ini membacakan ayat suci Alquran. Tidak hanya itu, para siswa lainnya juga tampak memperagakan busana Muslim.

Semarak Muharam yang melibatkan ribuan pelajar ini adalah yang pertama digelar oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya. Tiap perwakilan sekolah membentuk kafilah-kafilah, lengkap dengan spanduk bertuliskan pesan yang diusung.

Musik patrol hasil paduan pukulan kentongan bambu, galon air mineral, dan alat sederhana lain cukup rancak terdengar.

“Ini tahun pertama digelarnya Semarak Muharam. Antusias guru dan pelajar Insya Allah besar. Ini akan menjadi agenda kita untuk tahun berikutnya,” kata Kepala Dindik Surabaya Iksan, kepada wartawan, Sabtu (25/10/2014).

Mantan kepala Bapemas dan KB ini berharap, kedepan Semarak Muharam bisa menjadi bagian syiar dan suri tauladan ke depan.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, peringatan pergantian tahun baru Islam dengan cara lain seperti ini akan menimbulkan dampak positif kepada siswa.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) ini menjadikan Semarak Muharam untuk mewanti-wanti pelajar.

“Arti modern itu tidak memakai baju bagus, meminum minuman keras, konsumsi narkoba, gadget bagus, pergaulan bebas. Itu semua salah. Modern bukan berarti seperti itu,” pesannya.

Risma menegaskan, arti modern adalah berpikiran maju dan mencapai kesuksesan. “Kalau ada yang bilang modern itu pergaulan bebas, narkoba, itu konyol. Negara dan bangsa tunggu prestasi kalian. Modern bukan pergaulan bebas," tegasnya.
(san)
Berita Terkait
Milad ke-68 Yayasan...
Milad ke-68 Yayasan Attaqwa, Malam Gebyar 1 Muharam 1446 H Digelar
Pawai Obor Hingga Zikir...
Pawai Obor Hingga Zikir Akbar Warnai Tahun Baru Hijriyah di Pangkep
Begini Ritual Syiah...
Begini Ritual Syiah pada Hari Asyura, Ada yang Menyisa Diri
Begini Doa Asyura Berdasar...
Begini Doa Asyura Berdasar Kitab Kanzun Najah, InsyaAllah Makbul
Doa Malam 10 Muharam,...
Doa Malam 10 Muharam, Arab, Latin dan Artinya
Sumur Amber Blitar Mulai...
Sumur Amber Blitar Mulai Dibanjiri Pelaku Ritual Malam 1 Suro
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
38 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved