Tersangka Korupsi Lahan UGM Tidak Ditahan

Kamis, 23 Oktober 2014 - 19:21 WIB
Tersangka Korupsi Lahan...
Tersangka Korupsi Lahan UGM Tidak Ditahan
A A A
BANTUL - Tersangka dugaan korupsi lahan Universitas Gajah Mada (UGM) akhirnya tidak jadi ditahan. Setelah melalui pemeriksaan mulai pukul 12.00 WIB hingga 16.45 WIB saat berkasnya dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, akhirnya tersangka dipersilakan pulang ke kediamannya masing-masing.

Kepala Seksi (Kasie) Penerangan Umum (Penum) Kejati DIY Purwanta Sudarmaji seusai pemeriksaan mengatakan, berkas perkara dugaan korupsi tersebut sudah lengkap dan dinyatakan P21. Namun, terkait penahanan para tersangka adalah wewenang dari pihak penyidik. Pihak penyidik memiliki kewenangan melakukan penahanan selama 20 hari dan bisa diperpanjang 40 hari tergantung kebutuhan.

"Semuanya wewenang jaksa penyidiknya," kata Purwanta di Kantor Kejari Bantul, Kamis (23/10/2014) petang.

Menurut Purwanta, dalam hal ini Kejaksaan tidak menahan keempat tersangka karena berbagai pertimbangan. Pertimbangan yang utama dalam kasus ini adalah subjektivitas penyidik. Penyidik memandang unsur subjektivitas yaitu tersangka tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti ataupun dikhawatirkan mengulangi perbuatannya sudah terpenuhi.

Selain unsur subjektivitas, ada jaminan dari Rektor dan Dekan Fakultas Pertanian UGM. Sehingga, keempat tersangka tidak akan ditahan dan dibiarkan untuk beraktivitas sesuai dengan profesinya sebagai pengajar di UGM.

"Meski sudah lengkap, namun sesuai aturan diperbolehkan tidak melakukan penahanan karena alasan subjektif meski ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," tambah Purwanta.

Jaksa menilai, keempat tersangka tersebut tidak ditahan dengan alasan mereka adalah dosen. Lebih berguna jika mereka masih tetap mengajar sehingga ilmunya bisa dibagikan kepada para mahasiswa tempat mereka bekerja selama ini.

Kepala Seksi (Kasie) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Putro Haryanto mengatakan, kasus tersebut dilimpahkan ke Bantul karena locus (lokasi) kejadian berada di Bantul. Dua lahan yang diperkarakan tersebut semuanya berada di wilayah Bantul. Sementara, jaksa penuntutnya nanti gabungan dari Kejari Bantul dan Kejati DIY. "Kapannya (sidang) tergantung pada jaksa penyidik."

Dalam kasus alih fungsi lahan UGM ini, Kejati DIY menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Profesor Soesamto, Triyanto, Toekidjo. dan Ken Suratiyah. Keempatnya selaku pengurus Yayasan Pembina Pertanian yang disangka turut berperan dalam penyerobotan lahan milik UGM seluas 4.000 meter persegi di Plumbon, Banguntapan, Bantul oleh yayasan pada kurun waktu tahun 1998-2000. Kemudian, lahan itu dijual yayasan ke pengembang perumahan secara bertahap mulai tahun 2002 hingga 2007.
(zik)
Berita Terkait
Dua Jaksa yang Ditangkap...
Dua Jaksa yang Ditangkap KPK Divonis 4 Tahun dan 1,5 Tahun
Fasilitas Lengkap, Next...
Fasilitas Lengkap, Next Hotel Yogyakarta Cocok untuk Aktivitas Komunitas, Rekreasi dan MICE
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Stadion di Yogyakarta, KPK Geledah 2 Perusahaan Swasta
Rawan Disalahgunakan,...
Rawan Disalahgunakan, JCW Dorong KPK Awasi Penggunaan Danais DIY
September to Remember...
September to Remember di Next Hotel Yogyakarta: Tips Jitu Melepas Rindu Suasana Yogya
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
5 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
9 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved