Kapal Karam, Ini Cara Penumpang KM Jabal Nur Selamatkan Diri

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 14:26 WIB
Kapal Karam, Ini Cara...
Kapal Karam, Ini Cara Penumpang KM Jabal Nur Selamatkan Diri
A A A
SUMENEP - Peristiwa karamnya KM Jabal Nur, yang mengangkut rombongan pengantin dari Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep menuju Bali, meninggalkan duka mendalam bagi para penumpang dan keluarga yang ditinggalkan. Mereka harus berjuang untuk bisa mempertahankan hidup.

Salah satu upaya yang dilakukan korban selamat KM Jabal Nur adalah dengan berpegangan pada sebuah papan. Para korban ini harus bisa menahan diri dari panasnya sengatan matahari di tengah laut dan dinginnya udara malam di laut.

Tidak hanya itu, mereka harus menahan lapar selama tiga hari dan terombang-ambing di lautan, hingga akhirnya ditemukan nelayan dan diselamatkan. Kisah tragis ini dialami korban selamat KM Jabal Nur yang karam yakni Hamdan bersama keluarga.

"Saya bersama keluarga selamat berkat berpegangan pada papan ketika kapal karam. Kami terombang-ambing di tengah laut selama tiga hari," terang Hamdan, memulai cerita sedih yang dialaminya, Jumat (10/10/2014).

Menurut Hamdan, awalnya KM Jabal Nur yang membawa rombongan pengantin berjalan lancar dari Kepulauan Raas, Sumenep. Namun, sesampai di Perairan Bali, mesin kapal mendadak mati. Karena saat itu ombak sedang besar, akhirnya air mulai masuk ke dalam kapal.

Para penumpang bahu-membahu membuang air yang masuk ke laut dengan alat seadanya. Maklum, mesin pompa yang untuk menyedot air juga mati. Tapi, ombak terus menghantam kapal hingga karam.

"Ketika mesin kapal mati, saya menghubungi keluarga di Raas dengan harapan agar segera ada bantuan. Nelpon belum selesai, kondisi kapal sudah mau tenggelam. Lalu saya mencari papan di dalam kapal untuk menyelamatkan diri," paparnya.

Ketika kapal tersebut karam, sambung Hamdan, dirinya bersama delapan orang keluarganya berpegangan pada papan yang berukuran sekitar 4 meter x 20 cm. Mereka berkomitmen tidak akan melepas satu keluarga dalam keadaan apa pun.

Tapi, dari sembilan orang yang pegang papan tidak semuanya selamat. Satu per satu dari mereka meninggal karena tidak mampu bertahan. Pertama kali yang meninggal Siyatun pada Senin (6/10/2014) malam. Disusul Asma pada Selasa (7/10/2014) pagi. Kemudian Elok pada Selasa (7/10/2014) malam, terakhir Ashari pada Rabu (8/10/2014) pagi.

"Ada sembilan orang yang pegang pada papan. Lima orang termasuk saya selamat, sedangkan sisanya (empat orang) meninggal. Walaupun telah meninggal, kami tidak melepaskan jenazahnya sampai ditemukan nelayan."

Seperti diketahui, KM Jabal Nur yang mengangkut rombongan pengantin berlayar dari Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep menuju Bali, Senin (6/10/2014) pagi. Namun, kapal yang mengangkut 49 penumpang dan 3 ABK itu karam lantaran dihantam ombak pascamesin kapal mati.
(zik)
Berita Terkait
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Pencarian Korban Kapal...
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Pontianak
KM Ladang Pertiwi yang...
KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Rupanya Berpenumpang 50 Orang
Tim DVI Polda Sulsel...
Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 1 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi
Bagaimana Menyelamatkan...
Bagaimana Menyelamatkan Kapal Selam Titan Jika Ditemukan? Begini Opsi yang Dilakukan
Tangis Pecah di Buton...
Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Cara Hentikan Israel...
Ini Cara Hentikan Israel Invasi Gaza Menurut Pangeran Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved