Mahasiswa S2 Tawarkan Wanita High Class Rp1,5 Juta

Rabu, 08 Oktober 2014 - 18:44 WIB
Mahasiswa S2 Tawarkan...
Mahasiswa S2 Tawarkan Wanita High Class Rp1,5 Juta
A A A
SLEMAN - Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY berhasil mengungkap bisnis prostitusi online di jejaring sosial Facebook yang dikelola mahasiswa S2 hukum berinisial MMP alias Onge, warga Rowo Rena, Ende Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam bisnisnya itu, Onge bersama rekannya NES alias Gendis, warga Ngablak, Magelang, menawarkan puluhan wanita-wanita high class dengan tarif yang cukup murah, yakni Rp1,5 juta sekali main.

"Setiap perempuan high class yang ditawarkan, Onge mematok tarif kepada pelanggan mencapai Rp1,5 juta. Tarif itu pun dipatok hanya untuk layanan short time," kata Wadireskrimum Polda DIY AKBP Djuhandani Rahardjo Puro, Rabu (8/10/2014).

Dijelaskan, wanita-wanita Onge tidak mau main dengan waktu yang lama atau long time. Pertimbangan memilih tarif short time, karena pendapatan mereka dengan waktu yang singkat itu jauh lebih besar.

"Mereka rata-rata tidak mau melayani secara long time, karena pendapatan secara short time justeru lebih tinggi. Dalam sehari, jumlah pelanggan yang menggunakan jasa prostitusi online itu bisa mencapai 5-10 orang," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sejak Maret 2014, Polda DIY telah berhasil menindak kasus perdagangan manusia sebanyak enam kali dengan jumlah tersangka sebanyak tujuh orang.

Sebelumnya, dari penelusuran terhadap grup-grup prostitusi online dijejaring sosial Facebook selama dua tahun, berhasil diamankan lima tersangka yang diduga sebagai mucikari dan pemilik grup seks.

Mereka yang ditangkap yaitu Ir (32), admin dan pemilik grup Facebook yang menyediakan jasa prostitusi. Tidak hanya pemilik grup seks, tersangka Ir juga memiliki situs yang menyediakan konten porno.

Tersangka lain adalah Am (40), Aoa (25), Hh (29), dan As (30). Mereka bertugas memposting foto-foto perempuan yang akan ditawarkan. Kelima tersangka bukan berasal dari kelompotan yang sama, dan memiliki grup maupun perempuan berbeda.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved