Perbatasan OKI dan OKU Timur Rawan Aksi Kriminal

Senin, 06 Oktober 2014 - 09:55 WIB
Perbatasan OKI dan OKU...
Perbatasan OKI dan OKU Timur Rawan Aksi Kriminal
A A A
MARTAPURA - Perbatasan antara Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur
sangat rawan aksi kriminal karenanya warga diminta berhati-hati saat melintas.

Demikian juga di wilayah perbatasan tanggul dari BK 24 hingga BK 30 jalur Komering juga rawan aksi kriminal sehingga warga harus waspada.

Muhtar (50) warga Desa Cempaka, Kecamatan Cempaka OKU Timur mengatakan sore sampai Magrib merupakan jam rawan di wilayah itu.

Karena pada saat itu kondisi jalanan sangat sepi, sehingga sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk beraksi.

”Kawanan penjahat ini dalam melancarkan aksi dengan modus memukul tanggan pengendara sepeda motor, dan setelah terjatuh sepeda motor lalu dibawa kabur,” ungkapnya, Senin (6/10/2014).

Tapi yang disayangkan masyarakat di Kecamatan Cempaka maupun di Kecamatan Semendawai Barat banyak yang tidak melapor jika ada kejadian kejahatan kepada polisi.

Karena jika masyarakat melapor pihak kepolisian bisa melakukan penyelidikan dan menindak si pelaku.”Kebanyakan warga takut untuk melapor, karena takut nanti dijadikan saksi,” timpalnya.

Untuk itu sebaiknya pengendara yang melintas agar lebih berhati-hati, jika melihat yang mencurigakan agar berhenti di tempat yang aman diantaranya di rumah warga.

“Karena aksi pelaku kejahatan itu bisa kapan saja mengancam sehingga penting sekali untuk waspada,” jelasnya.

Sementara Adie warga Kecamatan Bunga Mayang mengatakan, bukan hanya di daerah perbatasan OKI dan OKU Timur di ruas jalan provinsi dari Martapura menuju OKU Selatan rawan aksi kriminal.

Sehingga masyarakat yang melintas harus tetap waspada karena kawanan gerandong juga sering beraksi di jalur itu.

“Sekarang memang kita dituntut untuk waspada karena kapan saja pelaku kejahatan bisa beraksi dan jangan sampai kita yang menjadi korbannya,” timpalnya.
(sms)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Pinrang Harap...
Kapolres Pinrang Harap Dukungan Semua Pihak Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Pos Terpadu Diharapkan...
Pos Terpadu Diharapkan Mampu Jaga Keamanan dan Ketertiban di Bulukumba
Kapolres Ajak Pengurus...
Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved